Inilho Resiko Konsumsi Mie Instan Berlebihan, Menurut Pakar Kesehatan

Disarankan Seminggu Mengkonsumsi Sekali

Mie Instan adalah makanan yang banyak digemari kalangan anak-anak hingga dewasa. Mie intan mengandung kalori yang luar biasa, sehingga bisa bikin kegemukan.

Mengkonsumsi boleh-boleh saja, namun kalau berlebihan akan menimbulkan berbagai gangguan kesehatan. Berikut pendapat dari para pakar kesehatan :

konsumsi secara berlebihan. Simak 5 Resiko penyakit yang muncul bila berlebihan bila mengkonsumsi mi instant.

1. Iritasi Lambung

Mie instan yang dimasak matang maupun setengah matang dapat memicu masalah di lambung seperti kembung dan begah, terutama pada pengidap maag. “Bumbunya itu juga biasanya bisa merangsang iritasi pada lambung karena ada pedasnya,” kata Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, pakar kesehatan pencernaan.

2. Hipertensi

Mie mengandung Natrium yang cukup tinggi. Konsumsi natrium yang berlebihan dapat mengubah pembuluh darah menjadi kaku atau tak elastis lagi. “Nanti lama-lama bisa menimbulkan risiko hipertensi, serangan jantung, stroke dan berujung pada kematian,” kata Rita Ramayulis, DCN, M.Kes, pakar nutrisi.

3. Gangguan ginjal

Sebungkus Mie Instan mengandung natrium sekitar 1.200-1.500 miligram (mg), padahal tubuh kita hanya 500 miligram perhari. “Natrium kan fungsinya mengatur keseimbangan cairan, kalau berlebihan prosesnya jadi mengganggu kerja ginjal. Selanjutnya fungsi ginjal akan menurun,” kata Rita Ramayulis, DCN, M.Kes, pakar nutrisi.

4. Diabetes

Mie instan itu mengalami proses berkali-kali sehingga tak begitu sehat, mudah diserap dan dapat meningkatkan gula darah. Artinya, seseorang bisa mengalami diabetes atau sakit gula kalau mengonsumsi secara berlebihan. “Mie instan juga dapat memicu naiknya trigliserida atau zat lemak dalam darah yang bisa mempengaruhi risiko diabetes maupun penyakit jantung seseorang,” Kata Dr Titi Sekarindah, MS, SpGK, Pakar Gizi.

5. Sakit jantung

Sekelompok peneliti dari Harvard School of Public Health di Boston melalui risetnya baru-baru ini menyatakan, mie instan memang bisa meningkatkan risiko sindrom metabolik karena kandungan garam dan gula yang tinggi, termasuk lemak jenuh yang tak sehat.

Sindrom metabolik yang dialami seseorang akan meningkat tajam bilamana ia mengonsumsi mie instan dua kali dalam sepekan, khususnya pada perempuan.

Sindrom metabolik merupakan sekumpulan kondisi yang mencakup peningkatan tekanan darah, kadar gula darah yang tinggi, penumpukan lemak di seputar lingkar pinggang dan kadar kolesterol yang tak normal, sehingga berpotensi meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke dan diabetes.

Disarankan, mengkonsumsi Mie Instan cukup satu kali dalam sepekan.(Tim Media RSI Hasanah)

Baca Juga :  Inilho 5 Bahaya Sering Nyalakan Kipas Angin Saat Tidur

Mie Instan adalah makanan yang banyak digemari kalangan anak-anak hingga dewasa. Mie intan mengandung kalori yang luar biasa, sehingga bisa bikin kegemukan.

Mengkonsumsi boleh-boleh saja, namun kalau berlebihan akan menimbulkan berbagai gangguan kesehatan. Berikut pendapat dari para pakar kesehatan :

konsumsi secara berlebihan. Simak 5 Resiko penyakit yang muncul bila berlebihan bila mengkonsumsi mi instant.

1. Iritasi Lambung

Mie instan yang dimasak matang maupun setengah matang dapat memicu masalah di lambung seperti kembung dan begah, terutama pada pengidap maag. “Bumbunya itu juga biasanya bisa merangsang iritasi pada lambung karena ada pedasnya,” kata Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, pakar kesehatan pencernaan.

2. Hipertensi

Mie mengandung Natrium yang cukup tinggi. Konsumsi natrium yang berlebihan dapat mengubah pembuluh darah menjadi kaku atau tak elastis lagi. “Nanti lama-lama bisa menimbulkan risiko hipertensi, serangan jantung, stroke dan berujung pada kematian,” kata Rita Ramayulis, DCN, M.Kes, pakar nutrisi.

3. Gangguan ginjal

Sebungkus Mie Instan mengandung natrium sekitar 1.200-1.500 miligram (mg), padahal tubuh kita hanya 500 miligram perhari. “Natrium kan fungsinya mengatur keseimbangan cairan, kalau berlebihan prosesnya jadi mengganggu kerja ginjal. Selanjutnya fungsi ginjal akan menurun,” kata Rita Ramayulis, DCN, M.Kes, pakar nutrisi.

4. Diabetes

Mie instan itu mengalami proses berkali-kali sehingga tak begitu sehat, mudah diserap dan dapat meningkatkan gula darah. Artinya, seseorang bisa mengalami diabetes atau sakit gula kalau mengonsumsi secara berlebihan. “Mie instan juga dapat memicu naiknya trigliserida atau zat lemak dalam darah yang bisa mempengaruhi risiko diabetes maupun penyakit jantung seseorang,” Kata Dr Titi Sekarindah, MS, SpGK, Pakar Gizi.

5. Sakit jantung

Sekelompok peneliti dari Harvard School of Public Health di Boston melalui risetnya baru-baru ini menyatakan, mie instan memang bisa meningkatkan risiko sindrom metabolik karena kandungan garam dan gula yang tinggi, termasuk lemak jenuh yang tak sehat.

Sindrom metabolik yang dialami seseorang akan meningkat tajam bilamana ia mengonsumsi mie instan dua kali dalam sepekan, khususnya pada perempuan.

Sindrom metabolik merupakan sekumpulan kondisi yang mencakup peningkatan tekanan darah, kadar gula darah yang tinggi, penumpukan lemak di seputar lingkar pinggang dan kadar kolesterol yang tak normal, sehingga berpotensi meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke dan diabetes.

Disarankan, mengkonsumsi Mie Instan cukup satu kali dalam sepekan.(tim/sma)