Korban Gempa Palu asal Mojokerto Menangis Saat Terima Bantuan

Penggalangan Dana peduli bencana palu Dan donggala

Keluarga asal Mojokerto yang menjadi korban bencana gempa di Palu Sulawesi Tengah hingga kini merasakan duka mendalam. Pasangan suami istri, Nur Afif (27), Dian Permata Sari (27) dan putranya, Rizky Wildan Maulana (8) masih terngiang ketika diterjang gempa hingga akhitnya selamat dan kembali ke Mojokerto.

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, Dian Permatasari bahkan tak mampu membendung tangisnya saat komunitas Pelangi Indonesia bersilaturahmi sekaligus menyerahkan bantuan sebesar Rp 5 juta, paket sembako dan pakaian.

Kepada suaramojokerto.com, Dian mengatakan, saat itu dia benar-benar merasa seperti kiamat. Dan saat ini dia sangat bersyukur bisa selamat dan kembali ke Mojokerto dan anaknya bisa sekolah kembali. ”Alhamdulillah, sekarang anak saya sudah bisa sekolah di SDN Kutorejo. Cuma sampai sekarang suami saya belum mendapat pekerjaan. Sudah cari-cari sih, tapi belum dapat juga,” ungkapnya.

Sementara bantuan yang diterima keluarga korban bencana gempa ini merupakan hasil sumbangan warga yang dikumpulkan selama satu minggu lebih oleh komunitas pelangi yang merupakan gabungan dari beberapa komunitas dan relawan di Kabupaten dan Kota Mojokerto.

Baca Juga :  Posko Wartawan Mojokerto Peduli Ditutup, Salurkan Rp 49 Juta

Imam Maliki, koordinator penggalangan dana menyampaikan, bantuan yang disalurkan tersebut adalah hasil penggalangan dana dari beberapa komunitas. Termasuk sebagian dari amanah warga Kabupaten dan Kota Mojokerto yang dititipkan untuk disalurkan kepada korban bencana. Di antaranya, berupa uang tunai, paket sembako, mi instan dan pakain layak pakai. ”Ahamdulillah, total donasi yang terkumpul mencapai Rp 58,4 juta. Itu belum termasuk donasi yang hingga saat ini terus mengalir,” tandasnya.

Koordinator Gusdurian Mojokerto ini menambahkan, mengingat masih banyak pihak yang berniat menyalurkan donasinya, posko bantuan dana yang dipusatkan di PC NU Kota Mojokerto tersebut diputuskan kembali diperpanjang hingga satu minggu ke depan. ”Kami juga berencana menggelar aksi kemanusiaan dalam bentuk pentas teatrikal, musik dan seni. Ini sekaligus sebagai penutup posko peduli bencana yang kita lakukan,” pungkasnya.(sma/udi)