Kasus Kiai Cabul di Mojokerto Dihentikan ?, Ada Apa Ya..

Orang Tua Sakit Keras, Minta Damai

Kasus dugaan pencabulan yang melibatkan kiai yang juga pengasuh Pondok Pesantren Safinatun Najah, Kutorejo, Kabupaten Mojokerto dikabarkan dicabut. Para orang tua santri yang sebelumnya disebut sebagai korban pencabulan sepakat mengambil langkah damai dan mencabut laporannya.

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, kabar pencabutan ini diduga setelah salah satu orang tua korban yang mengalami sakit keras dan menginginkan kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan.

AKP Muhammad Solikhin Fery, Kasat Reskrim Polres Mojokerto ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya kesepakatan damai tersebut. Namun terkait pemberntian kasusnya masih menunggu gelar perkara. “Surat perdamaiannya sudah kami terima. Namun soal pemberhentian kasusnya akan kami putuskan melalui gelar perkara,” ungkapnya.

Baca Juga :  Perkosa ABG, Pedagang Ikan di Mojokerto Terancam 7 Tahun Penjara

Seperti diketahui, kasus pencabulan ini awalnya dilapotkanoleh orang tua santriwati bernisiial AN (17) asal Sodoarjo. Setelah dilakukan penyelidikan oleh pihak kepolisian ditemukan empat korban lainnya yang diduga dicabuli kiai berinisial SL (55), pengasuh salah satu Pondok Pesantren Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto.

Polres Mojokerto hingga kini belum menetapkan kiai tersebut sebagai tersangka, hingga akhirnya empat orang tua santriwati sepakat untuk mencabut laporan dan memyelesaikan secar kekeluargaan.(sma/udi)