Jelang HSN, Pengrajin Kopyah Mojokerto Kebanjiran Order Kopyah FPI

Harga mencapai Rp 800 ribu

Menjelang perayaan Hari Santri Nasional (HSN) yang akan jatuh pada Minggu, 22 Oktober 2018 membuat para pengrajin kopyah di Mojokerto krbanjiran order. Rata-rata kebaikannya mencapai 30 hingga 50 persen.

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, seorang pengrajin kopyah asal Mengelo, Sooko, Mojokerto mengaku kebanjiran order kopyah berlogo. Baik logo Nahdlatul Ulama maupun logo FPI.

Ahmad Dimyati, pengrajin kopyah asal Mengelo, Sooko mengatakan, peningkatan order peci atau songkok atau kopyah menjelang HSN mencapai 30 persen. Bahkan kopyah berlogo NU

a’ maupun logo lainya bisa mencapai Tiga sampai lima kodi atau sebanding dengan 100 peces. Bahkan bisa lebih.

Salah satunya pengusaha Peci Ahmad Dimyati Asal Dusun Mengelo Desa Sooko, Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto. Dirinya mengaku, pesan peci atau sogkok menjalang perayaan hari Santri Nasional yang jatuh pada bulan ini meningkat hampir 30 hingga 50 persen di banding hari hari biasa.

“Yang paling banyak pembeli rata rata mencari kopyah berlogo Nahdlatul Ulama’, namun juga banyak juga yang mencari kopyah Berlogo salah satu organisasi massa yakni FPI” Ungkapnya.

Baca Juga :  Lagi Trend, Songkok Karakter Kartun asal Mojokerto Tembus Mancanegara

Kata Dimyati, permintaan kopyah produksinya tidak hanya datang dari Jawa timur saja, melainkan sampai ke luar pulau, seperti Jawa barat, Bali, Sumatera hingga Sulawesi. “Kalau wilayah Jatim sebagian besar mencari yang logo NU, kalau logo FPI banyak order dari Jawa Barat,” tambahnya.

Dimyati juga mengatakan, dalam bulan ini order kopyah berlogo NU dan FPI mencapai 40 kodi atau 800 pcs. “Biasanya dalam sebulan mengirim 20-25 kodi saja,” terangnya.

Sementara harga kopyah produksi Dimyati dijual dengan harga yang cukup bervariasi hingga mencapai Rp 800 ribu perkodi. “Untuk kopyah berlogo Nahdlatul ulama’ harganya Rp 35 ribu per pcs , kalau kopyah berlogo FPI harganya Rp 25 ribu per pcs,” ungkapnya.

Menjelang pileg dan pilpres 2019, Dimyati mengaku dlirik beberapa tokoh partai politik untuk memproduksi songkpk nasional, yakni peci berwarna hitam, bahkan ada yang ingin memberi logo khusus.(sma/udi)