100 Kader PKS Mojokerto Ramai-Ramai Mundur Dari Partai

Pindah Halauan ke Ormas Garbi

Sekitar 100 kader DPD PKS Kabupaten Mojokerto menyatakan pindah halauan dan mengundurkan dari partai. Mereka memilih bergabung dengan ormas Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI).

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, di antara kadet PKS yang mengundurkan diri adalah Luqman Fanani, Ketua Majelis Pertimbangan DPD PKS Mojokerto.

Kepada insan media, Luqman Fanani mengatakan, alasan pindah ke GARBI karena ingin berkiprah yang lebih luas lagi untuk Indonesia. “Karena pindah ke ormas lain, etikanya kita harus mengundurkan diri. Alasannya kita ingin berkiorah lebih banyak untuk bangsa ini,” ungkapnya.

Sememtara ormas GARBI adalah ormas yang digagas mantan Presiden PKS Anis Matta. Di Mojokerto ormas ini baru soft launching, Sabtu lalu (20/10). Dan Luqman terpilih sebagai Ketua Pengurus Daerah GARBI Kabupaten Mojokerto.

Baca Juga :  Gandeng Semua Elemen, GARBI Mojokerto Teruskan Mimpi Para Pahlawan

“Anggota GARBI Mojokerto sekarang baru 60-80 orang. Mereka sebagian bedar mantan kader PKS dan alumni 212,” terang Luqman Fanani, yang juga pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Mojokerto.

Sementara informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, jumlah kader PKS yang sudah mundur sekitar 60 orang, namun diperkirakan 40 lebih kader PKS yang lain sedang proses mundur dan hengkang ke GARBI. Dari angka itu, 12 di antaranya pengurus DPD.(sma/udi)

Sementara dari pihak pengurus PKS, Effendi Nugroho Ketua Umum DPD PKS Kabupaten Mojokerto menyatakan, kader PKS yang menjadi pengurus baru 7 orang yang mengajukan pengunduran diri.(sma/udi)