Inilho Gejala Difteri dan Efek Samping Imunisasinya, Ini Kata Dokter

Tips sehat

Dalam bulan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten dan Kota Mojokerto mulai mencanangkan imunisasi ORI difteri yang ketiga kalinya, karena Mojokerto masuk dalam kejadian luar biasa (KLB) Difteri. Nah sebenarnya sepertibapasih Difteri itu ?

Difteri adalah penyakit yang disebabkan bakteri corynebacterium diphteriae dan dapat menyebabkan kematian terutama pada anak-anak. Penyakit ini sangat mudah menular, jadi pasien yang suspect difteri harus diisolasi agar tidak menularkan ke orang lain. Hal ini disampaikan Anggono R. Arfianto, Dokter Spesialis Anak RSUD Prof dr Seokandar Mojosari.

Menurut Anggoro, karena dirawat di ruang isolasi otomatis tidak sembarang orang bisa menjenguk, setiap orang yang masuk harus menggunakan alat pelindung diri (APD). “Ini SOP penganan pertama dan SOP untuk mencegah penularan, sebab difteri merupakan penyakit yang sangat mudah menular.” Terangnya.

Sementara mengenai gejala penyakit difteri ditandai dengan beberapa gejala, diantaranya :

Pertama, terjadi Infeksi di saluran pernafasan hingga terjadi radang di tenggorokan. pada fase ini terkadang muncul batuk pilek dan flu.

Kedua, terjadi panas yang cukup tinggi, tenggorakan semakin meradang dan disertai nyeri telan hingga pembengkakan kelenjar.

Baca Juga :  Spesialis pencuri laptop asal Ngoro Mojokerto bobol 6 Sekolahan

Ketiga, kalau gejala pertama dan kedua tidak tertangani maka akan terjadi komplikasi berat yang bisa berujung pada kematian.

Meskipun difteri bisa menyerang anak balita hingga dewasa tapi kecenderungannya, yang paling banyak diserang adalah anak-anak, dan penyakit ini sangat mudah menular dalam 2 hingga 4 minggu.

Solusinya, menurut Anggoro, ketika muncul gejala harus segera dibawa puskemas atau rumah sakit. Anak-anak wajib imunisasi difteri karena agar kebal ketika ada serangan virus ini. “Selain ikut imunisasi, juga harus selalu menjaga kekebalan tubuh serta menjaga pola hidup sehat,” pungkasnya.

Sementara dr Langit Krisna Janitra, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Mojokerto.memgatakan, tujuan Imunisasi Difteri yang ketiga ini untuk optimalisasu kekebalan tubuh dari serangan bakteri corynebacterium diphteriae. “Jadi meski sudah imunisasi pada tahap kedua, tetap harus imunisasi lagi,” ungkapnya.

Sedangkan mengenai efek samping imunisasi difteri ini diantaranya demam ringan dan bengkak dibenhkak kecil dibekas suntikan. “Ada yang tidak mengalami demam,tapi ada yang demam ringan dan cukup diberi obat penurun panas biasa,” pungkasnya.
sma)