Kampanyekan Politik Tanpa Mahar, Partai Nasdem Jatim Sambangi Mojokerto

Silaturahmi Bersama Insan Media

Partai Nasional Demokrat ( Nasdem) Jawa Timur menggelar safari politik ke berbagai daerah, salah satunya beekunjung ke Mojokerto dan bersilaturrahmi dengan insan media di Hotel Raden Wijaya Mojokerto, Jum’at (09/11).

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, dalam safari tersebut tampak hadir Ketua DPW Nasdem Jatim Sajekti Sudjunadi atau akrab dipanggil Jeannette, Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Mojokerto Rindahwati serta caleg DPR RI dari dalil 8 dan Caleg DPRD Propinsi.

Sajekti Sudjunadi, Ketua DPW Partai Nasdem Jawa Timur mengatakan, safari ini bagian dari persiapan-persiapan menuju Pileg dan Pilpres 2019 untuk melihat secara langsung apa yang akan dan sudah dilakukan oleh para caleg di daerah.

“Kita mengajak caleg DPRD Propinsi dan DPR RI untuk mengecek upaya yang sudah dilakukan agar memperoleh linieritas dan berbagai upaya untuk meraih target perolehan kursi,” ungkapnya.

Jeannette juga mengatakan, partai yang dibawah kepemimpinan Surya Paloh ini mengusung slogan gerakan restorasi dan politik tanpa mahar. “Gerakan ini dilandaskan atas tiga hal, yaitu politik solidaritas, ekonomi emansipatif dan partisipatif, serta budaya gotong-royong,” paparnya.

Baca Juga :  100 Kader PKS Mojokerto Ramai-Ramai Mundur Dari Partai

Sementara mengenai target perolehan kursi di parlemen, kata Janet, target minimalnya tidak boleh ada dalil yang kosong. Artinya setiap dapil ada caleg Partai Nasdem yang jadi. Sedangkan dapil yang sudah terisi harus ditingkatkan.

“Seperti di Kabupaten Mojokerto saat ini, dari 5 dapil Partai Nasdem mendapat empat kursi anggota dewan. Nah, nanti dapil yang kosong harus terisi. Sedangkan yang empat dapil, dimana ada potensi harus bertambah lebih dari satu. Begitu juga di tingkat propinsi dan RI. Untuk RI dari dapil 8 Jawa Timur ini kita mentarget dapat dua kursi,” terangnya.

Sementara tujuan silaturahmi dengan insan pers, menurut Jeannete, pers pada dasarnya sangat dekat dengan partai politik dalam hal peran maupun fungsinya.

“Pers kedusukannya sangat penting dalam kehidupan berbangsa, sehingga pers sering disebut sebagai pilar keempat demokrasi. Hanya saja perannya berada di ‘luar’,” pungkasnya.(sma/udi)