Gandeng Semua Elemen, GARBI Mojokerto Teruskan Mimpi Para Pahlawan

Peringati Hari Pahlawan Dengan Napak Tilas

Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI) Kabupaten Mojokerto, sebuah organisasi masyarakat kebangsaan yang baru, terus mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Kini, GARBI Mojokerto sudah beranggotakan lebih dari 500 orang, terdiri dari bermacam profesi, mulai dari ASN, pelaku UKM, dokter, praktisi ketenagakerjaan, pemerhati pendidikan, hingga aktivis perempuan dan eksekutif muda.

Luqman Fanani Ketua GARBI Kabupaten Mojokerto mengatakan, GARBI siap menjadi wadah generasi Indonesia yang memiliki kesadaran, kepedulian dan Komitmen untuk kemajuan bangsa. “Kami terdiri dari berbagai profesi, dengan kompetensi tersebut kami siap berkonstribusi untuk kemajuan Mojokerto dan bermitra dengan siapapun untuk kemajuan bangsa,” ungkapnya.

Sementara di moment peringatan Hari Pahlawan, GARBI Mojokerto melakukan napak tilas dan takziah ke makam syuhada K.H Nawawi, santri KH Hasyim Asy’ari dan perintis Nahdatul Ulama di Mojokerto.

“KH Nawawi ini menjadi inspirasi pengurus GARBI Kabupaten Mojokerto. Karena beliau adalah sosok pejuang yang gagah barani, ikhlas, tanpa pamrih dan selalu turun langsung memimpin perlawanan penjajahan untuk memperjuangkan kebebasan,” tambahnya.

Baca Juga :  Penyebar Hoax asal Mojokerto Diringkus Cyber Bareskrim

Luqman Fanani juga mengatakan, generasi saat ini harus mewarisi semangat para pahlawan, terutama tentang keikhlasan, persatuan dan semangat pengorbanan untuk bangsa. “Kondisi sekarang, bangsa ini membutuhkan generasi yang mewarisi semangat pahlawan dan rela berkorban demi bangsa, kita ingin wujudkan itu,” tegasnya.

GARBI Mojokerto mengajak semua masyarakat bersatu, menghindari gesekan, kebisingan dan keributan, terutama menjelang siklus lima tahunan. GARBI mengajak masyarakat meneruskan mimpi besar para pahlawan.

Mengutip narasi tokoh nasional Anis Matta yang menyebut bahwa Pahlawan adalah orang biasa yang melakukan pekerjaan-pekerjaan besar, dalam sunyi yang panjang, sampai waktu mereka habis.

“Maka siapapun bisa menjadi pahlawan di negeri ini, semangat kepahlawanan tidak diwarisi oleh satu golongan saja, semua anak bangsa dengan berbagai profesi berhak dan wajib untuk mewujudkan cita-cita perjuangan bangsa,” pungkasnya.(sma/udi)