PNS Dinkes Diringkus Polresta Mojokerto, Tipu CPNS Rp 325 Juta

Modus Tawarkan Pengganti PNS Pensiun

Polresta Mojokerto kembali membongkar praktek dugaan pidana penipuan pengangkatan CPNS. Kali ini pelakunya melibatkan PNS di Dinas Kesehatan Pemprov Jawa Timur yang diduga telah menipu sebesar Rp 325 juta.

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, pelaku diketahui bernama Lolox Umi Handayani (59) asal Dusun Sambisari desa Kecamatan Kutorejo, Mojokerto. Lolok adalah PNS yang bertugas di lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.

AKP Katmanto, Kasubbag Humas Polresta Mojokerto mengatakan, tersangka ditangkap di rumahnya di Perum Sidokare Asri Blok A/6 Nomor 11, Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo. “Saat ini tersangka sudah kami tahan, dan dalam pemeriksaan dia mengakui perbuatnnya,” ungkapnya.

Katmanto juga mengatakan, pengungkapan kasus penipuan CPNS ini berawal dari laporan Deny Saputra (36) warga jalan Garuda, Pagerluyung, Gedek. Korban melaporkan bahwa uangnya senilai Rp 205 juta tidak dikembalikan oleh tersangka. “Uang ini sebelumnya sebagai mahar masuk CPNS tanpa tes, nilai totalnya Rp 325 juta,” ungkapnya.

Sebenarnya peristiwa ini berawal pada pertemuan di bulan desember 2016. Lolok menawari Deny untuk memasukkan istrinya sebagai CPNS dengan catatan disiapkan dan Rp 325 juta. Pelaku menjanjikan istri Deny, yaitu Erlita Apriliani masuk menjadi PNS di Pemprov Jatim untuk menggantikan PNS yang pensiun di tahun 2017.

Baca Juga :  Ingin Jadi PNS, Perawat di Mojokerto Tertipu Rp 260 Juta

Karena saling kenal, mereka pun saling percaya dan sepakat. Hingga pada 22 Pebruari 2017 Deny mentransfer uang sebesar Rp 325 juta melalui Bank Jatim ke rekening Lolok. “Tapi sampai sekarang istri korban tidak menjadi CPNS,” kata Katmanto.

Korban sempat meminta uangnya kembali, karena hingga batas waktu yang dijanjikan ternyata tidak ditepati. Namun uangnya hanya dikembalikan Rp 120 juta. “Korban mengalami kerugian Rp 205 juta,” terangnya.

Kasus akhirnya dilaporkan kr pihak kepolisian dengn bukti transfer dan print out percakapan melalui WA. Lalu ditindak lanjuti oleh pihak kepolisian dengan meringkus pelaku dirumahnya dan menjebloskan ke salam penjara.(sma/udi)