Kemarau Panjang, Situs Kolam Segaran Trowulan Mojokerto Mengering

Tak ada aktifitas memanjing, Pengunjung pun Sepi

Slider

Kemarau panjang yang terjadi di Mojokerto membuat situs kolam segaran, kolam peninggalan Kerajaan Majapahit itu mengering. Bahkan, kondisi ini merupakan yang terparah karena hingga terlihat dasar kolam yang retak-retak.

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, Kolam Segaran merupakan wisata andalan di Mojokerto, selain memiliki sejarah Kerajaan Majapahit, kolam seluasa empat kali lapangan sepak bola itu juga kerap dipakai untuk wisata memancing. Namun sejak beberapa bulan ini, kolam segaran seakan mati. Airnya terus menyusut hingga habis.

Sugianto, warga Mojokerto yang kerap memancing di Kolam Segaran mengatakan, sudah sekitar dua bulan ini kolam segaran kering dan airnya habis. “Mungkin ini karena kemarau panjang, tapi biasanya tidak separah ini,” ungkapnya.

Akibat kolam yang kering ini, warga yang biasa menikmati pandangan Kolam Segaran menjadi sepi. Padahal, selama ini pemerintah desa setempat menebar berbagai jenis ikan di kolam peninggalan Raja Majapahit ini dan banyak warga yang memancing. “Sudah lama tidak ada orang memancing karena memang tidak ada airnya,” pungkasnya.

Baca Juga :  Protes, Warga Trowulan Mojokerto Tutup Jalan ke Candi Brahu

Sementara dari pantauan suaramojokerto.com, kondisi kolam Segaran Trowulan Mojokerto saat ini memang mengering hingga terlihat dasar tanah yang retak-retak. Air hanya tersisa sedikit ditengah-tengah kolam.(sma/udi)