Musim Hujan, Wabah DBD Rangking 1 Paling Rawan

Meski Pasien DBD Terus mengalami Penurunan

Slider

Penyakit demam berdarah dengue (DBD) menduduki urutan pertama yang harus kita waspadai di musim hujan ini, meskipun angka pasien yang terjangkit DBD setiap tahunnya mengalami penurunan.

dr. Kohar Hari Santoso, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur mengatakan, penurunan jumlah pasien DBD ini seiring dengan meningkatnya peran masyarakat yang berpartisipasi aktif terhadap pencegahan demam berdarah.

“Tahun ini trennya turun jauh lebih rendah dari tahun kemarin. Begitu juga dengan tingkat masalahnya. Saya berterima kasih kepada masyarakat juga pemerintah daerah yang gencar mendorong masyarakat untuk memberantas sarang nyamuk dan memperhatikan pertumbuhan jentik nyamuk,” ujarnya.

Baca Juga :  Kasus DBD di Mojokerto Meningkat Hingga 356 Penderita

dr. Kohar juga menjelaskan, beberapa kawasan yang menjadi langganan DBD memiliki ciri daerah kumuh, potensial terjadi genangan, dan menjadi potensial untuk menjadi sarang nyamuk.

Sementara selain penyakit DBD yang harus diwaspadai pada musim hujan, masyarakat juga diminta waspada terhadap penyakit yang menyerang saluran pernapasan, seperti flu dan pilek. Prevalensi penyakit ini meningkat pada tahun ini, meskipun tidak memiliki tingkat kefatalan yang tinggi.

Menurut dr Kohar, pencegahan berbagai penyakit, termasuk DBD maupun Batuk-Pilek ini, harus dibarengi dengan menjaga pola hidup, pola makan, dan pola pikir.(sma/udi)