Harga Cabai Rawit di Mojokerto Masih Mahal, Rp 37 Ribu/Kg

Sebelumnya Rp 18 Ribu, Sempat Naik Mencapai Rp 45 Ribu

Harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional di Mojokerto hingga kini masih relatif tinggi, yang biasanya berada di kisaran 18 ribu per kilogramnya, kini berada di kisaran Rp 35-37 ribu per kilogram.

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, dalam dua minggu terakhir harga cabai rawit memang mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Mulai dari Rp 18 ribu lalu meroket hingga sempat menjadi Rp 45 ribu per kg.

Tini, pedagang di Pasar Sawahan Mojosari mengatakan, secara unum harga kebutuhan pokok relatif aman. Hanya harga cabai rawit yang naik tajam. Tapi mulai hari ini sudah turun. “Tadi pagi saya jual Rp 37 ribu per kg. Harganya sudah mulai turun, karena sempat naik hingga Rp 45 ribu per kilogram,” ungkapnya.

Baca Juga :  Di Mojokerto, Tukang Becak Pun Diberi Bantuan Sembako Rp 277 Ribu

Sementara tingginya harga cabe rawit di pasar Tradisional ini sebenarnya menjadi berkah tersendiri bagi para petani cabai di Pacet, Mojokerto. Seperti disampaikan Sriyanah, petani cabai asal Pacet Barat.

Menurut Sriyanah, para petani cabai merasa puas karena harga cabai dalam beberapa hari terakhir ini cukup bagus. ”Harga jual cabai dari petani sekarang Rp 25 ribu per kilogram, ini sejak tiga hari lalu” katanya.

Iklan suaramojokerto.com
Hot Promo Toyota

Sekedar informasi, harga cabai rawit di Mojokerto awal bulan Desember 2018 lalu cukup murah, per kilogram antara Rp 14-18 ribu dan harga di tingkat petani di kisaran Rp 10-11 ribu per kilogram.(sma/udi)

Baca juga :