Baru Berjalan 4 Hari, 10 Anak-Anak di Mojokerto Terserang DBD

Dinkes Minta Warga Waspada

Awal tahun 2019 yang bersamaan dengan musim hujan mengakibatkan wabah penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kabupetan Mojokerto mulai mengalami peningkatan.

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, sedikitnya ada 10 warga yang terserang DBD di awal tahun ini, dan sebagian adalah anak-anak dan balita. Seperti yang terjadi di Dusun Karangnongko, Desa Mojoranu, Kecamatan Sooko.

Seorang warga Karangnongko mengatakan, sejak akhir Desember lalu warga serempat yang terjangkit DBD cukup banyak dan berlanjut hingga awal tahun ini hingga jumlahnya mencapai sekitar 10 warga yang dirawat di rumah sakit. Warga meminta ada tindakan dari petugas Puskesmas Sooko maupun Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto.

Baca Juga :  Puskesmas Rujukan "Orang Gila" di Mojokerto Segera Dibuka

Sementara Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Mojokerto dr Langit Kresna Janitra, mengatakan, di awal musim penghujan ini tren penyakit DBD memang mengalami kenaikan. ”Januari ini ada beberapa laporan kasus DBD yang masuk dari beberapa wilayah,” ungkapnya.

dr Langit juga mengatakan, di antara laporan terkait pasien DBD yang masuk memag dari wilayah Kecamatan Sooko yang merupakan wilayah endemis DBD.(sma/udi)