Polres Mojokerto Pasang Alarm Pendeteksi Penjahat Di Tempat Rawan

Prioritas Kawasan Rawan Kriminalitas

Antisipasi tindak kejahatan, Polres Mojokerto memasang alarm pendeteksi penjahat yang disebut dengan Integrated Alarm Sensor System. Alarm ini dipasang dibeberapa titik rawan, seperti minimarket dan lokasi rawan kejahatan lainnya.

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, peresmian alarm pendeteksi kejahatan ini dipimpin langsung oleh Brigjen Tomi Hermanto Wakapolda Jatim, sekaligus meresmikan Majapahit Cashless Payment (MCPS), BPKB Deleviery Service Samsat Polres Mojokerto.

Tomi Hermanto, Wakapolda Jatim mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi program inovasi yang dilakukan oleh Polres Mojokerto yang membuat terobosan-terobosan baru yang di peruntukkan untuk menjawab pertanyaan masyarakat. “Jadi, disini tidak menyalahkan masyarakat, melainkan langsung memberikan jawaban ” ungkapnya.

Sementara sistem kerja alarm pendeteksi penjahat yang disebut dengan Integrated Alarm Sensor System, yakni, dipasang di beberapa tempat umum, khususnya lokasi rawan kejahatan.

Apabila sensor mendeteksi aktifitas kejahatan akan mengirimkan sinyal yang dihubungkan dengan alarm milik pihak kepolisian dan langsung terkoneksi dan bisa dipantau melalui command center.

Inovasi alarm pendeteksi kejahatan ini juga diapresiasi oleh Diah Talisa, Deputi Pelayanan Publik pada Kemen PAN-RB, yang menyatakan sistem ini dinilai cukup inovatif dan bisa memberi kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat.

Baca Juga :  Polres Mojokerto Tangkap 33 Penjahat Jalanan

“Dengan inovasi ini, sebelum masyarakat menekan tombol adanya kejadian atau kejahatan, tapi polisi sudah memberi sinyal dan mengetahuinya,” ujar Diah Talisa, yang kerap berkunjung ke Mojokerto.

Sementara dalam acara peresmian ini juga dihadiri Pungkasiadi, Wakil Bupati Mojokerto dan AKBP Setyo Koes Heriyatno – Kapolres Mojokerto.

Kapolres Mojokerto mengatakan, semua inovasi sistem berbasis ITE yang diluncurkan ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Semua sistem maupun aplikasi ini, kita kumpulkan dari aspirasi masyarakat, mulai coaching clinic yang di peruntukan bagi pemohon SIM agar bisa dengan mudah mendapatkan SIM, Integrated alarm sensor system untuk menekan aksi kejahatan, juga BPKB Deleviery,” pungkasnya.(sma/udi)

Baca juga :