Diterjang Banjir, Ratusan Rumah di Mojokerto Terendam Hingga 1 Meter

Ketinggian Air Mencapai 1 meter

Sedikitnya 180 rumah warga di Kecamatan Pungging – Mojokerto banjir, akibat diterjang hujan deras.

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, selain luapan sungai masuk ke rumah warga, juga menyebabkan pohon tumbang dan lapak PKL di kecamatan Trawas roboh.

M. Zaini – Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto mengatakan, hujan lebat yang terjadi Selasa kemarin (22/01/2019), menyebabkan ratusan rumah di Kecamatan Pungging terimbas karena luapan air sungai.

“Untuk Kecamatan Pungging ada 2 Desa yang terdampak yakni Desa Kembangringgit dan Desa Tunggalpager, dengan ketinggian hampir satu meter. Rumah warga yang terdampak ada 180 unit, Kembangringgit 70 rumah dan Desa Tunggal Pager 60 rumah ” ungkap Zaini. Rabu, (23/01/2019).

Kata Zaini, banjir itu akibat meluapnya sungai Janjing, karena tak mampu menahan besarnya kiriman air dari wilayah Trawas dan Pacet. Sedangkan pohon tumbang di jalan raya Ketapanrame – Trawas mengakibatkan saluran pipa warga terganggu. Namun, kini sudah di evakuasi warga serta relawan.

Baca Juga :  Pasca 15 Rumah di Kutorejo Mojokerto Diterjang Banjir, Ini Yang Dilakukan Pemda

“Untuk wilayah Trawas tidak hanya pohon tumbang, juga menyebabkan bangunan atau bedak PKL di lokasi wisata taman ganjaran juga porak poranda di terjang angin kencang ” imbuh Zaini.

Meski tidak ada korban jiwa, Zaini menghimbau masyarakat tetap waspada di musim penghujan. “Karena curah hujan mulai tinggi, masyarakat dihimbau waspada, khususnya yang berdomisili di dataran tinggi dengan ancaman bencana banjir dan longsor”, tuturnya.

Masyarakat juga harus mengenali tanda-tanda bencana, mulai hujan berdurasi 2 – 3 jam, warna air sumur dan sungai keruh. “Termasuk wilayah yang dilalui aliran sungai dari Pacet, Trawas, Gondang dan Jatirejo harus melakukan pemantauan sewaktu-waktu”, tegasnya. (adm/ats)