Cicipi Durian Khas Trawas Mojokerto, Dari Mrica Hingga Nonkolesterol

Harga Murah Rasa Luar Biasa

Mojokerto memiliki potensi wisata yang luar biasa, baik wisata budaya, wisata alam, wisata kuliner bahkan wisata agro. Karena di Mojokerto berbagai buah dan sayur bisa dibudidayakan.

Misalnya Kecamatan Trawas yang terdiri dari 13 desa, wilayah yang berada di lereng gunung Penanggungan ini memiliki banyak potensi wisata agro. Salah satunya adalah kampung durian yang sudah mulai dikenal wisatawan dari berbagai daerah setelah menggelar event tahunan pesta durian.

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, durian khas Trawas ini memiliki cita rasa yang khas, yaitu manis-legit, legi-pahit, teksturnya halus namun keset dan sensasi rasanya spesial.

Untuk mendapatkan durian khas Trawas, wisatawan bisa datang ke beberapa kampung durian. Seperti di Desa Penanggungan, Kedungudi, Duyung, dan Belik, Kecamatan Trawas. Di kampung durian banyak warga yang menjual durian di depan rumahnya dan bisa dinikmati langsung di teras maupun di ruang tamu.

Eka Nur Oktaviana, penjual durian di Kampung Durian Desa Duyung mengatakan , sejak awal Januari sudah mulai panen durian dan hanpir tiap hari selalu ada pembeli yang datang. “Kalau Sabtu dan Minggu selalu ramai, soalnya ini sudah mulai panen durian,” ungkapnya.

Baca Juga :  Candi Brahu Mojokerto Ditumbuhi Rumput Liar, Petugas Harus Panjat Puncak Candi

Eka yang menjual durian bersama Ibunya, Aminah, juga mengatakan, durian yang dijualnya bervariasi, baik jenisnya dan harganya. Seperti durian Mrica dan Bawor yang dijual dengan harga Rp 25 ribu hingga Ro 50 ribu. Serta durian montong dan Orange yang harganya di kisaran Rp 70 ribu. “Durian orange ini non kolesterol, banyak yang nyari,” tambangnya.

Eka juga mengatakan, sebenarnya durian asli khas Trawas adalah durian Mrica yang bentuknya kecil bulat. Namun sekarang banyak petani durian yang menanam durian berbagai jenis di Trawas dan memiliki rasa yang berbeda lainnya.

Meski sekarang mulai masuk masa panen durian, namun banyak petani yang mengalami gagal panen akibat cuaca ekstrem akhir-akhir ini, khususnya di wilayah Trawas dan sekitarnya. “Panen tahun ini tidak seperti tahun sebelumnya. Karena banyak durian yang rontok terkena hujan angin,” pungkasnya.(sma/udi)

Iklan suaramojokerto.com
advertisementBaca juga :