Masih Jalani Perawatan, 2 Murid MTs di Mojokerto Tidak Masuk Sekolah

2 murid MTs Bahrul Ulum yang berada di Dusun Warugunung Lor, Desa Kupang, Kecamatan Jetis, Mojokerto, belum bisa mengikuti proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) psca atap ruang kelas VII runtuh.

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, 2 siswa itu yakni Rifki dan Rio. Rifki mengalami luka di bagian tangan, sedangkan Rio sempat mengalami luka di bagian Kepala.

A H Shofwan, Kepala Sekolah MTs Bahrul Ulum mengatakan, ada 2 siswa yang tidak di perkenankan masuk untuk mengikuti proses KBM, karena mereka masih mengalami sakit.

“Pasca kejadian, ada 2 siswa yang tidak di perbolehkan masuk oleh Dokter selama satu Minggu, karena masih menjalani perawatan. Kemarin, para dewan guru juga sudah menjenguk untuk memastikan kondisi para korban kok, “ terang Shofwan.

Msaih kata Shofwan, dari jumlah 9 siswa dan satu guru yang mengalami luka akibat tertimpa atap bangunan, 7 siswa dan guru saat ini sudah bisa mengikuti proses belajar mengajar.

Baca Juga :  Terpaksa Belajar di Teras, Pasca Robohnya MTs Bahrul Ulum Mojokerto

“Saat ini proses belajar mengajar kita pindah sementara di lokasi yang lebih aman. Kita manfaatkan lokasi yang ada termasuk di teras depan ruangan kelas MI, Musollah juga kelas MI yang lokasinya berada di satu yayasan, ” Imbuhnya.

Rencananya kata Shofwan, ruangan kelas MTs segera di rehab dengan bantuan dari alumni serta bantuan dari Dinas terkait.

“Untuk rehab, Insya Alloh akan di bantu teman-teman alumni. Rencananya akan di rehab semuanya, tidak hanya kelas VII melainkan 2 ruangan lainya yakni kelas VIII dan IX “, tegasnya. (adm/ats)

Baca juga :