PGN Akui Pelanggan di Mojokerto Yang Tak Gunakan Jargasnya Tetap Dikenai Tarif

Tanggapi Keluhan Warga Mojokerto

Keluhan sejumlah pelanggan jaringan gas (Jargas) di Kota Mojokerto terkait layanan yang diberikan PGN yang dinilai kurang bagus, seperti beberapa kali gas yang keluar sangat kecil dan tarifnya membengkak, langsung diranggapi pihak PGN.

Kepada suaramojokerto.com, Endang Sri Rahayu, Sales Rep Jargas Wilayah Mojokerto menyampaikan secara detail, tanggapan atas keluhan pelanggan jargas di Mojokerto, termasuk pelanggan yang rumahnya tak ditempati sehingga tanpa ada penggunaan gas dan tetap akan dikenai tarif.

Berikut penjelasannya :

1. Soal Gas yang mengalir sangat kecil terjadi beneraoa kali.

“Gas kecil hanya 2 kali saja mas, 1 karena setting pada inlet MRS sampai 5 bar, sementara saat kejadian pressure gas turun menjadi 2 bar saja, sehingga saat gas keluar ke pipa Jargas sepanjang itu gak mampu menjangkau karenanya mati di lokasi terjauh. Padahal tekanan rumah tangga hanya butuh 0.02-0.07 bar. Tapi setelah di setting outletnya semua bisa terkontrol. Ini masalah flow mas,” jawab Endang Sri Rahayu.

Iklan suaramojokerto.com
Hot Promo Toyota

2. Terkait tagihan membengkak

“Tagihan tidak membengkak kok, karena saat kami berkunjung ke bbrp warga sudah disampaikan belum ada tagihan karena belum adanya ketetapan harga gas dari Pemerintah. Kita sudah sarankan uangnya ditabung rata-rata sesuai pemakaian. Dianggap membengkak karena adanya akumulasi pemakain dari awal gas in sampai bulan Oktober yang masuk kedalam tunggakan/piutang. Tapi oleh PGN pelanggan pembayaran tunggakan dimudahkan dengan sistem bayar cicilan per bulan bervariasi 6x – 12x (tergantung besarnya akumulasi pemakaian) ditambahkan dengan tagihan bulan berjalan. Tapi setelah cicilan tersebut lunas hanya ada penagihan bulan berjalan saja. Sementara ini baru 3x cicilan,” jawabnya.

3. Soal petugas kontrol meter yang diduga salah mencatat, hingga rumah kosong pun keluar tagihan.

Baca Juga :  Proyek Jargas Dibongkar, Pemkot Mojokerto minta Galian di Cek Ulang

“Saya kontrol semua pencatatan meter dari awal gas in sampai sekarang sesuai, karena kita menggunakan sistem Giore yg langsung inline dg flow pada meteran MRS. Saat awal program pasang gratis dari pemerintah ini sudah disosialisasikan ke warga, dan warga yang setuju pasang adalah tercatat oleh Konsultan Migas sebagai calon pelanggan. Dan saat meter terpasang otomatis menjadi pelanggan gas mas. Saat akan terbit tagihan awal kita sudah keliling sampaikan ke beberapa warga bahwa akan ada tagihan minimum 4m3 (meskipun pemakaian belum 4m3) dan beberapa warga yg rumahnya kosong karena investasi dan karena renovasi setuju sikenakan tarif minimum (semacam abonmennya), karena bila tidak setuju kami akan sampaikan untuk cabut meter. Akhirnya banyak pelanggan yang setuju, untuk rumah kosong yang tidak berhasil kita temui ada jg yang dijamin oleh RT/RW setempat tetap lanjut saja sebagai pelanggan dengan tagihan tarif minimum,” terangnya.

4. Soal munculnya oknum jula selang, yang mengatas namalan PGN atau BP Migas..dan call center yang disediakan.

“Kalau soal penipuan boleh sampaikan kepada PGN apa bentuk penipuan tersebut, kalau perlu difoto saja dan sampaikan kepada kami agar bisa kami lakukan tindakan lebih lanjut. Contact Center informasinya sudah kita bagikan ke warga berupa stiker juga leaflet, kalau telepon kantor pun bisa dilihat di Kop Surat PGN yang kita sampaikan ke warga,” tambahnya.

Jawaban dari Endang Sri Rahayu, Sales Rep Jargas Wilayah Mojokerto ini merupakan pertanyaan dari sejumlah warga yang disampaikan ke redaksi suaramojokerto.com.(sma/udi)

Baca juga :