Tukang Pijat di Mojokerto Diculik dan Diperkosa Di Pinggir Jalan

celananya sudah dilepas, ada bercak darah

Seorang tukang pijat berinisial SP, 42 tahun asal Jalan Argopuro V, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto diduga menjadi korban penculikasn dua pria tak dikenal. Selain diculik, SP juga dianiaya dan diduga diperkosa.

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, peristiwa ini terjadi Selasa malam (12/02) sekitar pukul 19:00 WIB di areal persawahan di sekitar Lingkungan Keboan, Kelurahan Gunung Gedangan, Magersari. Tepatnya di sebelah barat pabrik pengolahan plastik.

Bagus Widodo, warga sekitar yang juga satpam pabrik pengelolaan plastik mengatakan, sekitar pukul 19.00 WIB, dirinya diberitahu warga ada perempuan minta tolong di areal persawahan dekat tempatnya bekerja.

Kata Bagus, warga yang sedang nongkrong langsung mendatangi ramai-ramai ke lokasi teriakan di areal persawahan dan ada sepeda motor yang lampu seinnya masih menyala.

Ternyata, warga menemukan SP, tukang pijat keliling dalam kondisi tak berdaya. Di kepala bagian belakang terluka dan berdarah, matanya lebam serta afa bercak darah di pahanya.

“Korban mengaku dipukuli dua pria tak dikenal yang telah menculiknya. Celana korban sudah dilepas sama pelakunya, ada bercak darah di sekitar pahanya, nampaknya habis diperkosa,” ungkap Bagus.

Baca Juga :  Cabuli 65 Siswa, Guru SD akui Pernah Lakukan di Mojokerto

Bagus juga mengatakan, dua pelaku diduga mengendarai motor Yamaha Vixion warna hitam kabur ke arah Mojoanyar. Sementara kasus ini langsung dilaporkan ke RT setempat dan diterusjan ke Polres Mojokerto Kota.

Sementara itu dari hasil pemeriksaan dan oleh TKP petugas dari unsur Unit Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Tim Indentifikasi hingga Unit Resmob Satreskrim Polres Mojokerto Kota, petugas menemukan sebuah helm berwarna hitam milik pelaku.

Kanit SPKT Polresta Mojokerto, Aiptu Eko Purwanto menjelaskan, hasil visum di rumah sakit menunjukkan korban mengalami luka di kepala belakang dan mata sebelah kanan akibat dipukuli pelaku penculikan. Namun, terkait dugaan pemerkosaan belum bisa dipastikan karena dokter visum khusus korban perkosaan sedang tak bertugas.(fam/udi)

Baca juga :