Puncak Imlek di Mojokero, Ribuan Warga Tergoda Kirab Barongsai

Diwarnai Beragam Kesenian dan Tokoh Lintas Agama

Ribuan warga Mojokerto dan sekitarnya membanjiri pusat Kota Mojokerto demi menyaksikan kirab Barongsai yang digelar klenteng Hok Sian Kiong yang dijadikan puncak perayaan imlek 2570 tahun 2019.

Informasi yang dihinpun suaramojokerto.com, evejt tahunan kali ini dikonsep berbeda dengan tahun sebelumnya. Karena diisi dengan beragam kesenian dan dihadiri tokoh lintas agama sebagai bukti kehidupan masyarakat Kota Mojokerto yang harmonis di tengah keberagaman.

Selain kirab barongsai, tampak juga liang liong yang menjadi kesenian khas warga Tionghoa juga ada Reog Ponorogo, Kuda Lumping, Ondel-ondel dari Betawi, serta parade fashion dari bahan daur ulang.

Wakil Ketua Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Klenteng Hok Siang Kiong, Gede Sidartha mengatakan, pawai kebudayaan ini sekaligus untuk mengingat kembali jasa KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Presiden ke 4 RI yang telah menjadikan hari raya Imlek menjadi libur nasional dan bisa dirayakan secara terbuka.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada Gus Dur yang telah mencabut Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967 dan menerbitkan Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 2000 pada 17 Januari 2000,” kata Gede.

Baca Juga :  Imlek 2570, Klenteng Hok Sian Kiong Mojokerto Siap Gelar Kirab Barongsai

Sementara dalam acara puncak imlek di Kota Mojokerto ini, sedikitnya melibatkan 1.600 orang yang mengikuti pawai dengan tema Pawai Budaya Harmoni Kebangsaan yang melintasi jalan-jalan protokol di Kota Mojokerto serta disambut antusias ribuan warga dari berbagai daerah datang untuk menyaksikan.

Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Sigit Dany Setiono mengatakan, pawai kesenian campuran ini menjadi bukti keharmonisan kehidupan antar umat beragama dan antar etnis di Kota Mojokerto. “Harapan kami ini menjadi miniatur harmoni berbudaya dan berbangsa di Indonesia,” katanya.

Sementara Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari juga mengatakan, selain menjadi bukti kehidupan masyarakatnya yang harmonis, kirab budaya ini juga diharapkan bisa meningkatkan ekonomi masyarakat. “Tentunya kirab ini akan kita jadikan agenda tahunan untuk menarik kunjungan wisatawan,” pungkasnya.(sma/udi)