Korban Banjir Bandang di Mojokerto, 5 Keluarga Belum Punya Tempat Tinggal

Rumahnya Hanyut Diterjang Banjir

Akibat bencana Banjir bandang yang menerjang wilayah Kabupaten Mojokerto pada Januari 2019 lalu, ada beberapa warga yang kehilangan rumahnya. Seperti 5 keluarga di Dusun Jatisari, Desa Gedangan, Kutorejo, Mojokerto. Mereka sampai saat ini belum punya tempat tinggal yang layak.

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, selama sebulan terakhir, keluarga Sunardi (40) dan Ngatminah (60) terpaksa tinggal di sebuah rumah tak layak huni. Rumah dari bilik bambu berukuran 3×6 meter itu ditempati 8 orang sekaligus. Tanah yang mereka tempati juga milik orang lain yang merasa iba.

“Mau tak mau harus berdesakan di rumah ini. Karena rumah kami hanyut oleh banjir bandang, pada Jumat (18/01/2019) yang lalu” kata Sunardi, Jum’at (01/03/2019).

Selain keluarga Ngatminah dan Sunardi, keluarga Suwarto, Marsono dan Buwari juga belum punya tempat tinggal yang layak. Marsono beserta anak dan istrinya terpaksa menumpang di rumah ibunya, setelah rumah mereka lenyap disapu banjir bandang di hari yang sama. Rumah kecil di tepi Sungai Jatisari itu juga harus dihuni 8 orang.

“Harapan saya, anak saya mendapat bantuan untuk membangun kembali rumahnya,” ujar Mismuniah, ibu Marsono.

Baca Juga :  Gubernur Jatim Tinjau Banjir di Desa Tempuran, Sooko Mojokerto

Tanah yang ditempati kelima keluarga tersebut juga tergerus banjir bandang akibat luapan Sungai Jatisari sebulan yang lalu.

Hadi Suyono – Kepala Desa Gedangan mengatakan, untuk membangun kembali rumah kelima keluarga itu harus lebih dulu membangun pondasi untuk menyetarakan tinggi tanah dengan permukaan jalan. Pemerintah Desa hanya mampu memberikan bantuan berupa bata ringan, batu dan pasir untuk membangun pondasi seluas 21×16 meter persegi. Pondasi harus dibangun untuk mencegah terjangan arus Sungai Jatisari.

Kata Hadi, pihaknya berulang kali mengajukan bantuan ke Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto, tapi hanya memberikan janji saja kepada para korban. “Dinsos hanya berulang kali meminta data para korban, tapi bantuan tak juga turun. Katanya masih di musyawarahkan,” ungkapnya.

Hadi juga berharap, Dinsos segera merealisasikan bantuan untuk 5 keluarga korban banjir bandang yang belum mempunyai tempat tinggal. “Harapan saya secepatnya bantuan dari Dinas Sosial segera direalisasikan, supaya pembangunan rumah segera dilakukan,” pungkasnya. (adm/ats)

Baca juga :