Awas, Penipuan Via Medsos Catut Nama Wawali Mojokerto Minta Rp 10 Juta

Modus minta sumbangan.untuk yayasan

Kasus penipuan melalui media sosial akhir-akhir ini di Mojokerto semakin marak. Bahkan, pelaku tidak segan-segan mencatut nama petinggi Pemkot Mojokerto.

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, ada akun Facebook memakai nama Ahmad Rizal Zakaria yang identik dengan nama Wakil Wali Kota Mojokerto yang justru digunakan untuk melakukan penipuan.

Andre Winardi (40), warga Meri, Kota Mojokerto menceritakan, dirinya tiba-tiba mendapat notifikasi permintaan pertemanan di media sosial facebook dari akun Ahmad Rizal.

“Saya kaget tiba-tiba muncul permintaan pertemanan dari akun Wakil Kota Mojokerto Ahmad Rizal. Awalnya saya tak curiga dan langsung menerima permintaan itu,” ungkapnya.

Andre menceritakan, setelah menerima permintaan pertemanan dari akun tersebut dia mendapatkan pesan berisi ucapan salam dan diapun membalasnya. “Setelah saya membalas pesan ucapan salam itu, akun itu menyarankan untuk melanjutkan percakapan ke WhatsApp dan memberi nomor WA,” tambahnya.

Layaknya akun facebook dan WhatsApp resmi, di profilnya pun memakai foto Wakil Wali Kota. “Fotonya memakai foto Pak Rizal. Jadi saya juga tidak curiga,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemkot Mojokerto Alokasikan 25 Persen Untuk Pembangunan Fisik

Namun, setelah dirinya mengirimkan pesan melalui WA dan berkomunikasi, tiba-tiba WA palsu itu meminta bantuan agar mengirimkan uang Rp 10 juta untuk yayasan. “Tiba-tiba minta bantuan dan memyertakan nomor rekening. Tapi kok atas namanya bukan Wakil Walikota, tapi atas nama Rika Aprilia,” paparnya.

Dari situlah, Andre mulai merasa curiga dan melakukan konformasi ke keluarga Wakil Walikota dan disampaikan bahwa itu nomor palsu. “Untung saja saya belum transfer,” pungkasnya.

Sementara Ahmad Rizal Zakaria, Wakil Walikota Mojokerto ketika dikonfirmasi menegaskan jika itu akun palsu. “Akun itu palsu, dengan menggunakan nama saya dan foto saya. Alhamdulillah sementara tidak ada warga yang tertipu,” ungkapnya.

Rizal juga mengatakan, modus yang dilakukan memang meminta sumbangan untuk yayasan. “Saya mengimbau agar warga tak mudah percaya dengan akun-akun palsu semacam itu,” pungkasnya.(sma/udi)

Iklan suaramojokerto.com
advertisementBaca juga :