Hemmmm …. Gurihnya Sambel Wader di Trowulan, Mojokerto

Trowulan, Mojokerto dikenal banyak menyimpan berbagai situs-situ kuno dan candi peninggalan Majapahit. Tak hanya itu, Trowulan juga dikenal sebagai kampung “Wader” karena banyaknya deretan penjual atau warung yang berjajar menjual iwak (Ikan) Wader.

Untuk lokasi warung kkan wader banyak di temukan di sekitar kawasan Kolam Segaran. Kolam ini merupakan kolam kuno zaman Kerajaan Majapahit.

Salah satunya warung wader milik Bu Tin yang berada di Jalan Pendopo Agung, Desa Trowulan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Tepatnya berada di sebelah barat Kolam Segaran atau sebelah utara Museum Majapahit.

Rukiyatin, pemilik warung mengatakan, warung wader miliknya merupakan yang pertama di Trowulan. Warung tersebut berdiri sejak tahun 1990 yang lalu. Sesuai namanya, warung wader Bu Tin menyuguhkan menu ikan wader. Selain itu juga menyajikan berbagai menu lain, seperti mujaer, ayam, tempe penyet, botok urang, botok tahu tempe, botok patin dan lain-lain.

Tapi ternyata, menu yang paling favorit para pengunjung yakni “sambal wader” yang dipadukan dengan terasi segar, lalapan mentimun dan juga daun kemangi. Cita rasa dari sambel wader ini tambah nikmat, karena bahan-bahan yang digunakan sangat segar.

Sambal wader ini baru dibuat saat dipesan. Bumbunya perpaduan dari bahan-bahan seperti cabai, tomat, gula, garam, terasi dan juga jeruk nipis lalu diuleg segar tanpa digoreng. Dan bumbunya dipadukan dengan renyahnya wader yang di goreng kering.

“Menunya banyak tapi akhirnya fokus di wader karena ikan ini banyak ditemui di Kolam Segaran. Awalnya juga tidak sengaja, dapat ikan dibersihkan, digoreng diberi sambel kok enak,” ungkap Rukiyatin, Sabtu (16/03/2019).

Rukiyatin juga mengatakan, awal mula berjualan Ikan Wader ini berawal dari sang suami bekerja sebagai PNS BPCB Jawa Timur di Trowulan dengan golongan 1. Karena pada saat itu sudah memiliki 3 anak dan di rasa penghasilan suami kurang, dirinya memutuskan untuk berjualan.

Baca Juga :  Ratusan Mahasiswa dari Tujuh Negara KKN di Mojokerto

pihaknya mengaku mampu memasak ikan Wader 15 sampai 20 kg saat hari biasa. Tapi untuk hari libur dan akhir pekan, warung Sambelan Wader Bu Tin bisa memasak hingga 50 kg.

Warung Sambelan Wader di Trowulan rata-rata mematok 15 sampai 20 ribu per porsi. Untuk memenuhi banyaknya permintaan Ikan Wader, selain mengambil dari pencari ikan di Kolam Segaran, pihaknya harus megambil ikan wader dari beberapa orang pencari ikan luar daerah. Seperti Jombang dan Mojoanyar, ” Harga per Kg ikan Wader segar biasanya Rp 25 ribu ” tambahnya.

Menurutnya, ikan wader merupakan ikan liar sehingga tidak bisa di budidayakan. Dengan banyaknya warung wader, membuat Trowulan semakin dikenal karena kulinernya. Ditambah adanya julukan baru untuk Trowulan yakni sebagai Kampung Wader, membuatnya cukup senang.

“Kalau ke Trowulan, tidak makan wader maka belum Trowulan namanya. Bahkan sekarang orang habis operasi, cuci darah makan kesini. Jadi cukup senang Trowulan dikenal sebagai Kampung Wader. Sudah banyak yang kesini, baik dari kalangan atas hingga bawah. Baik muda, tua maupun anak-anak,” terangnya.

Adanya destinasi wisata yang ada di Trowulan seperti Kolam Segaran dan Museum Majapahit membuat banyak pengunjung datang ke Trowulan. Baik pejabat maupun wisatawan, ini menjadi data tarik untuk memperkenalkan nasi wader ke pengunjung sebagai kuliner khas Trowulan.

“Terakhir yang datang kesini, Waka Polri dan Bareskrim. Kebetulan kunjungan ke Museum dan mampir makan kesini. Untuk wisatawan asing juga banyak, turis Jepang yang paling kritis. Mereka banyak bertanya, ada juga yang datang khusus belajar membuat sambel wader dan dikembangkan di Jakarta,” pungkasnya. (adm/ats)

Baca juga :