Dipolisikan Terkait Dugaan Penipuan CPNS, Anggota DPRD Mojokerto Siap Klarifikasi

Aang Rusli Ubaidillah – Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Mojokerto siap klarifikasi kepada pihak kepolisian, terkait laporan warga Kecamatan Trowulan yang diduga jadi korban penipuan CPNS dengan membayar Rp 70 juta dan Rp 60 juta.

Menurut Aang, pihaknya tidak pernah menerima uang dan menjanjikan bisa memasukkan PNS. Bahkan dirinya juga membantah melakukan penipuan terhadap kedua korban terkait rekrutmen PNS di lingkungan Pemkab Mojokerto.

Anggota DPRD asal Dusun Pakem Wetan, Desa Panggih, Kecamatan Trowulan, Mojokerto itu mengaku, jika pihaknya siap memberikan klarifikasi kepada pihak Polres Mojokerto.

“Saya siap mengklarifikasi ke polisi. Kan pasti saya dipanggil nanti,” tegasnya.

Aang mengaku, pihaknya kenal dengan kedua korban yaitu Mudji Rokhmat (63), warga Dusun Pandansili, Desa Wonorejo, Kecamatan Trowulan, Mojokerto, serta Siti Khoyumi (52) warga Dusun Sambisari, Desa Beloh, Kecamatan Trowulan, Mojokerto.

” Sama Pak Mudji kenal karena tetangga. Kalau dengan Bu Siti kenal karena pernah bisnis ikan lele bareng,” terangnya, Senin (8/4/2019).

Selain itu, kata Aang, pihaknya juga tidak pernah melakukan hal tersebut. “Saya tidak pernah melakukan itu. Saya lo jarang di rumah,” tandasnya.

Sekedar diketahui, dua warga Kecamatan Trowulan yakni Mujdi dan Siti mengaku telah ditipu oleh Aang. Keduanya diminta oleh Aang untuk membayar sejumlah uang agar anak mereka menjadi PNS di lingkungan Pemkab Mojokerto. Namun, anak mereka tak kunjung diangkat menjadi PNS. Padahal, uang telah mereka bayarkan kepada Aang.

Mudji menyetorkan uang Rp 65 juta secara langsung di rumah Aang pada 17 Juni 2015 lalu. Dia mengaku mempunyai kwitansi penyerahan uang tersebut.

Sedangkan Siti mengaku menyerahkan uang Rp 70 juta secara langsung kepada Aang pada 4 Maret 2018. Sayangnya, Aang menolak menandatangani kwitansi tersebut.

Kedua korban akhirnya kompak untuk menyewa pengacara dalam menempuh jalur hukum. Dan akhirnya Mudji melaporkan Aang ke Polres Mojokerto pada 4 April 2019 lalu. (adm/ats)

Iklan suaramojokerto.com
advertisementBaca juga :