Balita Menderita “Kaki Kaku”, Dinkes Kab Mojokerto Langsung Turun Tangan

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto akhirnya merespon Ahmad Fajar balita 4 tahun asal Kecamatan Kemlagi, yang kondisi tubuhnya kaku serta berat badannya menyusut.

Susy Dwi Harini, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Mojokerto mengatakan, diagnosa sementara, Fajar bisa di kategorikan gizi buruk.

Hal itu disampaikan saat Dinkes bersama pihak desa di dampingi pihak kepolisian setempat melakukan pemantauan dan melakukan pengecekan kondisi Ahmad Fajar balita 4 tahun dengan berat 5,5 Kg asal Dusun Jati Kumpul, Desa Mohon Kumpul, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, Rabu (10/4/2019).

Kata Susy, selama ini Dinkes melalui puskesmas setempat sudah melakukan pemantauan secara rutin kondisi Fajar. ” Artinya, kita sudah melakukan pemantauan kondisi Fajar sejak 2015 yang lalu, sejak di tinggal ibunya meninggal,” terangnya.

Susy juga mengatakan, dalam pemantauan dan pengecekan kondisi Fajar yang dilakukan kali ini, pihak Dinkes tidak bisa memutuskan penyakit yang dialami,” Bukan kewenangan kita untuk mendiagnosa, kita serahkan kepada dokter yang akan menangani,” jelasnya.

Iklan suaramojokerto.com
Hot Promo Toyota

Disinggung apakah Fajar itu terbilang sebagai gizi buruk, Susy tak menampik. ” Melihat kondisi Fajar yang kian memburuk dengan berat badan hanya 5,5 Kg dalam usia 4 tahun, fajar bisa di kategorikan mengalami gizi buruk. Normalnya jika anak berusia 4 tahun itu beratnya bisa mencapai 10 Kg,” katanya.

Menurut Susy, Dinkes berkomitmen akan mengawal kesembuhan Fajar hingga membaik.

Tri Cahyo, Camat Kemlagi mengaku, pemerintah desa akan memberikan fasilitas kepada Fajar. ” Jika karena biaya, pemerintah akan memfasilitasi. Kita akan mengupayakan secara penuh agar kondisi Fajar bisa membaik. Soal biaya, kita akan fikirkan bersama, pemerintah akan berupaya memberikan sampai sembuh,” tegasnya.

Baca Juga :  Marak Kasus Kekerasan Anak, Sekolah Di Mojokerto Wajib Bentuk Satgas

Menurut Camat, pemerintah juga bakal memberikan motivasi dan pendampingan terhadap keluarga. Sebab sebelumnya sempat menolak agar fajar tidak di bawa ke rumah sakit, karena trauma yang mendalam serta ketakutan soal biaya.

Setelah hampir satu jam berlangsung, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto bersama pemerintah desa dan polisi berhasil membujuk Asmiatun sang nenek, agar Fajar di bawa ke rumah sakit RA Basuni, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto untuk mendapatkan perawatan.

Sekedar diketahui, Ahmad Fajar merupakan anak kedua dari pasangan Yunita dan Rifa’i. Dia tiba-tiba mengalami gangguan pada tubuhnya sejak di tinggal ibu kandungnya meninggal dunia pada 2016 lalu, karena penyakit infeksi paru-paru saat Fajar masih berusia 18 bulan.

Sejak aat itu Fajar (4) dan kakaknya, Galih (12) dirawat oleh Asmiatun neneknya. Sedangkan Ayah Fajar hanya sesekali membesuk sambil memberi uang untuk membeli susu.

Sebelum sekujur tubuhnya kaku, Asmiatun sang nenek mengaku jika kondisi Fajar terbilang normal. Hanya saja saat lahir, Fajar sempat tidak menangis. Dari diagnosa dokter saat itu, fajar mengalami gangguan daya tahan tubuh akibat keracunan air ketuban saat dalam kandungan. (adm/ats)

Baca juga :