Modus Tukar Uang Logam, Pengamen di Mojokerto Gendam Pemilik Toko

Kasus gendam di Mojokerto

Tiga kawanan pengamen di Kota Mojokerto melakukan aksi gendam dengan modus baru, yakni menukar uang logam dengan jumlah banyak. Aksi mereka sempat terekam CCTV.

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, aksi gendam ini terjadi di sebuah toko perlengkapan bayi, Jalan Majapahit no 205, Kota Mojokerto pada Rabu (17/04) siang.

Tampak tiga laki laki yang diperkirakan rata rata berusia 48 tahun masuk di dalam toko lestari dengan menenteng ratusan keping uang koin yang akan di tukarkan.

Rodiatul Masruroh salah satu karyawan toko Lestari mengaku, tidak merasa kalau dirinya dan pemilik toko digendam. Mereka menukar uang logam sebanyak Rp 500 ribu namun ditukar dengan uang sebesar Rp 2,3 juta atau rugi Rp 1,8 juta.

“Saya seperti digendam, mereka mengaku habis mengamen dan menukarkan uangnya. Mereka mengelabuhi dengan cara menghitung uang dengan sangat cepat,” ungkapnya.

Kata Masruroh, selain membutuhkan uang receh, pemilik toko juga merasa kasihan sehingga diizinkan masuk toko. Namun ketika menghitung mereka tidak mau dibantu karyawan toko.

Baca Juga :  Terekam CCTV, Pencuri Sikat Motor Diparkir Depan Toko Sembako di Mojokerto

Setelah menghitung di depan pemilik toko, Sri Stiowati, jumlah uangnya terkumpul sebesar 2,294 juta. “Saat itu, pemilik toko langsung memberi uang kepada para pelaku sebesar 2,3 juta,” tambahnya.

Setelah pelaku pergi dan dihitung ulang ternyata jumlah uangnya hanya sebesar Rp 500 ribu, sehingga pihak toko mengalami kerugian sebesar Rp 1,8 juta.

Sementar dalam rekaman video CCTV, terlihat tiga orang laki laki dengan mengendarai sepeda motor masuk ke toko sekitar pukul 12.45 WIB. Ciri-cirinya, satu orang tinggi kurus dengan memakai kaos warna hitam, satu pelaku lagi bertopi, memakai kaos warna coklat berperut buncit dan berkumis, sedangkan satu lagi memakai baju garis garis putih dengan menenteng tas anyaman plastik tempat uang.

“Semoga para pelaku segera tertangkap, agar tak ada lagi korban berikutnya dan menjadi pelajaran bagi pelaku,” pungkas pemilik toko Sri Setyowati.(sma/udi)

Baca juga :