Cabuli 3 Karyawan, Pengawas Pabrik di Mojokerto Dituntut Pecat

Kasus pencabulan di Mojokerto

Aksi tindakan pelecehan seksual kembali terjadi di Mojokerto. Kali ini, diduga dilakukan oleh pengawas produksi pabrik Kerupuk CV Panda Mulya Santosa yang berlokasi di Desa Pulorejo, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto.

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, pelaku diketahui bernama Eko Chritian Nawawi, 55, asal Desa Sariharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Seleman. Pelaku selama menjabat sebagai pengawas tinggal di mess pabrik.

Menurut keluarga korban pelecehan yang enggan disebut namanya mengatakan, korban pelecehan yang dilakukan Eko lebih dari 3 karyawan.

“Pengawas itu sering tiba-tiba meremas payudara dan kemaluan karyawan, juga bagian pantatnya,” ungkapnya.

Sementara AIPTU Ngumar Supandi, Kanit Reskrim Polsek Pungging saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Menurutnya, terbongkarnya aksi pelecehan seksual itu setelah para korban memperotes ke pada pihak pabrik pada Selasa (23/04).

“Sejak kemarin, pihak kepolisian sudah menyarankan kepada para korban agar melapor kepada yang berwajib atau ke PPA. Namun mereka enggan melaporkan dan hanya ingin agar yang bersangkutan segera di keluarkan dari pabrik,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pesta Seks di Sawah, Dua Pemuda asal Mojoagung Jombang Diringkus

Selanjutnya, pihak kepolisian pun menyediakan lokasi untuk mediasi dengan yang bersangkutan dan juga tiga pilar. “Hasilnya di selesaikan secara kekeluargaan, artinya para korban sepakat jika kasus ini berhenti dengan syarat tuntutan mereka dipenuhi,” tambahnya.

Kamit Reskrim Polsek Pungging juga mengatakan, sejauh ini pihaknya sudah memanggil tiga korban untuk dimintai keterangan dan mereka secara tertulis juga sepakat akan kasus ini di selesaikan secara kekeluargaan.

“Tadi, di Polsek meraka kita panggil bersama perwakilan perusahaan dan meraka sepakat aksi ini di selesaikan secara kekeluargaan,” pungkasnya.(fam/udi)

Baca juga :