Jelang Pensiun, 29 Guru SD/SMP Negeri di Mojokerto Meninggal

Ilustrasi, suasana KBM SD

Sebanyak 29 guru SD maupun SMP negeri di wilayah Kabupaten Mojokerto meninggal dunia. Mereka wafat sebelum usianya memasuki masa pensiun.

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, tahun 2018 lalu setidaknya ada 20 guru meninggal dunia, masing-masing guru SD 10 orang dan 10 guru SMP. Sedangkan Januari sampai April 2019 ini ada 9 guru meninggal, meliputi guru SD 8 orang dan guru SMP 1 orang.

Nanang Suwantoro, Kabid Tenaga Pendidikan dan Kependidikan, Dispendik Kabupaten Mojokerto mengatakan, rata-rata umurnya 50 dan 51 tahun. Padahal usia pensiun guru itu 60 tahun. “ Semuanya ada 29 guru yang meninggal. Paling banyak dari guru SD,” terangnya.

Nanang mengaku, pihaknya belum mengetahui pasti apakah para pendidik yang meninggal itu sakit ataukah karena faktor lain. Karena Dinas Pendidikan hanya menerima data kematian dari sekolah, tanpa menyertakan penyebabnya.

Meski puluhan guru yang meninggal itu belum memasuki usia pensiun, sesuai ketentuan sudah langsung dimasukkan dalam daftar pensiunan guru. “ Tidak ada tunjangan khusus bagi mereka,” kata Nanang.

Baca Juga :  Tunjangan Guru SMA/SMK Ditambah Rp 1 Juta Perbulan

Nanang juga mengatakan, dengan adanya 29 guru yang meninggal itu, pensiunan guru di Kabupaten Mojokerto semakin bertambah. Setidaknya ada 287 guru PNS dinyatakan pensiun yakni guru SD/SMP negeri karena usianya memasuki 60 tahun. (adm/ats)

Baca juga :