Banjir Dawarblandong Akibat Luapan Kali Lamong, BPBD Kab Mojokerto Kirim Surat ke BBWS

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melayangkan surat kepada Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan (BBWS) Solo terkait banjir di Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto.

Mohammad Zaini, Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto mengatakan, banjir yang terjadi di wilayah Dawarblandong terjadi sejak 1979 hingga sampai saat ini.

“Kali Lamong merupakan kewenangan BBWS Solo sehingga kami sudah kirim surat kesana,” katanya, Kamis (2/5/2019).

Kata Zaini, BPBD sudah berusaha semaksimal mungkin dalam mengatasi hal ini, meski sampai sekarang pemerintah terkendala dalam hal kewenangan. Selain mengirim surat ke BBWS Solo, pihaknya juga mengirim surat ke Gubernur Jawa Timur.

Zaini juga mengatakan, Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) dan BPBD Provinsi Jawa Timur akan melakukan finalisasi untuk membahas tanggul di Kali Lamong.

Kata Zaini, penyebab banjir luapan sungai Lamong di Kecamatan Dawarblandong ini karena adanya pendangkalan. Sebelumnya 9 meter, saat ini hanya 3 meter dan tanggul tidak ada.

“Kita bersama dengan Lamongan, Gresik nantinya akan di komando provinsi, ” tuturnya.

Kondisi banjir yang melanda di tiga Desa di Kecamatan Dawarblandong sampai siang hari masih belum surut. Banyak warga yang memilih mengungsi ke rumah para tetangga yang tidak terdampak luapan.

Sementara itu untuk Dapur Umum akan didirikan sampai korban terdampak luapan Kali Lamong bisa kembali beraktifitas. Ada 360 bungkus nasi yang disiapkan, tiga kali setiap hari. (adm/ats)

Iklan suaramojokerto.com
advertisementBaca juga :