Diduga Karena Selingkuh, Suami-Istri asal Mojokerto Ditemukan Mati Bersama

Polisi Temukan Surat Wasiat

Penemuan mayat pasangan suami istri asal Mojokerto yang meninggal secara tidak wajar di sebuah rumah kos, diduga dipicu faktor perselingkuhan.

Hal ini terlihat dari penemuan sepucuk surat yang ditulis sang suami yang bernama Sumardi (56) warga asal Losari timur Sidoharjo Kecamatan Gedeg Kabupaten Mojokerto.

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, Pasutri tersebut ditemukan meninggal bersama. Ssang suami gantung diri, sedangkan sang istri tergeletak bersimbah darah di rumah kos Jalan Kupang Gunung Timur IV nomor 30 Sawahan, Surabaya.

Wakapolsek Sawahan, AKP Eko Sudarmanto mengatakan, selain menemukan batu yang ada percukan darah. Pihaknya juga menemukan surat yang berisi tulisan di samping bawah jenazah istri.

Eko juga mengatakan, menurut keterangan anak korban, tulisan di buku tersebut ditulis oleh Sumardi, (56). Dan dalam tulisan tersebut ia mengungkapkan jika dirinya merasa sakit hati karena istrinya, Rumiyah (55) berselingkuh.

Baca Juga :  Saiman, Pelaku Pembunuhan Di Puri Mojokerto, Diringkus Polisi di Madura

Berikut isi tulisan tersebut :

“Aku mbok kongkon nang Mojokerto awakmu ndek Suroboyo gendakan, daripada aku mbok gawe loro ati lebih baik awakmu mati aku yo mati”

Atau yang artinya, “Aku kamu suruh ke Mojokerto dirimu di Surabaya pacaran, daripada aku kamu bikin sakit hati lebih baik dirimu mati aku juga mati”

Sementara apakah meninggalnya sang istri tersebut merupakan kasus pembunuhan ?

Kata Eko, pihaknya masih belum bisa memberikan keterangan apakah Rumiyah dibunuh oleh suaminya. “Untuk persisnya, saat ini kita masih menunggu hasil autopsi dari tim inafis untuk mengetahui hasil dari penemuan dua jenazah tersebut,” pungkasnya.(sma/udi)

Baca juga :