Selain Sabet Juara Gambar dan Melukis, Bocah 12 asal Mojokerto Ini Juga Pandai Buat Komik

Mungkin masih ingat dengan bocah perempuan asal Mojokerto yang menyabet segudang prestasi dari bakat menggambar dan melukis. Ya, dia adalah Veshayu Taranggana Sasadhara, siswa yang masih duduk di bangku SD kelas VI asal Kecamatan Pungging, Mojokerto.

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, selain pandai menggambar dan melukis, Veshayu yang akrab disapa Tara ternyata juga pandai membuat gambar komik.

Tara mengungkapkan, saat ini telah mencoba untuk membuat gambar komik. “ Saya terispirasi dari kakak. Karena kakak sendiri juga suka membuat komik,” kata Tara.

Anak kedua dari pasangan Wahyudi dan Novi Shanty itu menjelaskan, dalam membuat komik, pihaknya sering terinspirasi pada cerita-cerita di sekitar. Seperti di sekolah yang menceritakan tentang aktivitas teman sebayanya. Di lain sisi, membaca komik juga menjadi hobinya sejak usia 9 tahun. Saat itu dia masih duduk di kelas III SD mulai mencoret-coret buku pelajaran untuk membuat karya komik.

Tara juga menceritakan, dirinya pernah membuat marah ibunya, saat nilai hasil ujian jeblok. Karena semua pertanyaan diberi gambaran karakter orang. Dari soal ulangan 20 nomor, nilai yang didapat hanya 15. Sebab dari 20 soal, hanya benar 3 soal saja.

” Ya dari situ, saya mulai mengetahui bakat anak saya. Hingga kini dia sudah membiarkan dan mewadahi setiap kemauan anaknya khusunya untuk bakatnya,” jelas Novi Shanty, ibu Tara.

Berita Terkait :  Pemuda Mojokerto Panen Perdana Budidaya Lele Binaan Alllianz

Selain mampu membuat bangga orang tua dan menyabet puluhan juara, mulai tingkat Kota/Kabupaten hingga tingkat Jatim dari hasil karya melukis dan menggambar. Sekumpulan komik dengan berbagai judul telah berhasil di bukukan olehnya. “Sekarang ada 6 cerita yang sudah terkumpul dalam satu sketchbook. Lainnya berupa lembaran-lembaran kertas dengan berbagai cerita,’’ paparnya.

Cerita hantu misalnya, Tara mengaku membuat komik tentang hantu terispirasi dari film-film horor yang kerap di tonton. Sedangkan rangkaian cerita lainnya dibuat dari kisah nyata kesehariannya. Seperti berjudul Bukber, Perkemahan Musim Semi, dan Berenang. “Kadang dia juga pernah menjual gambar saat teman-temannya ingin digambar. Selembar seribu rupiah. Lumayan juga uangnya bisa buat jajan,” terangnya.

Tara, siswa yang akan naik ke janjang SMP ini juga mengaku, terinspirasi membuat komik karena dari hobi membaca. Salah satu komik kesukaannya adalah berjudul Keluarga Irit dari penulis Korea. Tak heran, jika ke toko buku, stan favorit Tara adalah edu comic. (adm/ats)

Baca juga :