156 Siswa Tak Diterima di SMPN Sooko, Banyak Orang Tua Menangis

Orang tua siswa banyak yang kecewa terkait hasil Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP Negeri di Mojokerto. Salah satunya di SMP Negeri 1 Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, banyak orang tua siswa saling berebut untuk melihat hasil seleksi penerimaan peserta didik baru di SMPN 1 Sook, Kamis kemarin (29/6/2019) tepat pukul 10.00 WIB. Bahkan, ada orang tua siswa nampak menangis setelah melihat pengumuman penerimaan PPDB melalui sistem zonasi, karena anaknya tak tercantum dalam daftar alias tidak diterima.

Data yang dihimpun, jumlah pagu di SMP Negeri 1 Sooko sebanyak 319, sedangkan yang melakukan verifikasi sebanyak 475 calon siswa. Artinya 156 calon siswa yang tidak terterima.

Salah satu orang tua siswa asal Kenanten, Kecamatan Puri, Mojokerto mengatakan, nama anaknya tidak masuk daftar pada pengumuman PPDB di SMP Negeri 1, sehingga mencabut berkasnya untuk mencari sekolah lain. ” Saya pakai zonasi, karena jarak dari rumah ke sekolah hanya berjarak 1,6 km. Ini rencanaya akan daftar kembali ke SMP Negeri 5 Kota Mojokerto. Kemarin juga sudah mengambil PIN. Sebab di SMP Negeri 1 Sooko, zonasi dengan jarak 1,3 sudah terpenuhi,” katanya.

Menurutnya, terkait tidak diterima anaknya di SMP Negeri 1 Sooko, ada beberapa catatan yakni PPDB melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) jarak terjauh 6,3 masih diterima. ” KIP ini praktiknya juga ngawur, artinya banyak orang mampu yang menggunakan KIP, seperti tetangga saya dia mempunyai motor NMax dia bisa lolos dengan menggunakan KIP, ” tuturnya.

Baca Juga :  Kekurangan 3 Kelas, SMAN 1 Kota Mojokerto Akhirnya Terima Siswa Luar Zonasi

Melihat dari yang masuk di SMP Negeri 1 Sooko, jalur KIP diambil 20 persen dari 319 pagu yang disediakan. ” Jarak terjauh 6,3 bisa diterima, seharusnya ini yang perlu diperketat,” tandasnya.

Hal yang sama juga disampaikan Khoirul Waroh. Dia merasa kecewa karena anaknya tidak diterima di SMP Negeri 1 Sooko, meski zonasi dari rumah ke sekolah hanya berjarak 1,4 km.” Kecewa se jelas, tapi mau gimana lagi. Karena kalah jarak, rumah saya di wilayah Japan. Ya otomatis harus mencari sekolah lain,” jelasnya.

Dirinya juga tidak tahu jika PPDB jalur keluarga tidak mampu bisa menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) bisa digunakan. ” Saya tidak tau kalau KKS ini bisa digunakan untuk daftar, ya saya mencoba keperuntungan melalu zonasi saja, tapi dengan jarak 1,4 tidak bisa diterima,” pungkasnya. (adm/ats)

Baca juga :