9 SDN di Kota Mojokerto Masih Kekurangan Siswa, Ini Datanya

Hingga saat ini masih ada 9 SDN di Kota Mojokerto yang masih kekurangan siswa. Untuk itu Dinas Pendidikan setempat memberikan kesempatan bagi SDN yang kekurangan siswa, untuk menerima siswa dari luar Kota.

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, 9 SDN yang saat ini kekurangan siswa antara lain, SDN Jagalan, Kota Mojokerto yang hanya mendapatkan 14 siswa baru. Padahal kuota yang disediakan untuk 28 siswa. SDN Prajurit Kulon 1 dan 2 masing-masing kurang 4 siswa, SDN Sentanan kurang 11 siswa, SDN Miji 3 kurang 9 siswa, dan SDN Kranggan 2 kekurangan 5 siswa.

Selain itu, SDN Balongsari 10 kurang 16 siswa, SDN Gedongan 1 kurang 1 siswa, SDN Mentikan 2 kurang 12 siswa, SDN Mentikan 6 kurang 19 siswa, SDN Kauman 2 kurang 8 siswa, SDN Wates 2 kurang 6 siswa, serta SDN Balongsari 1 dan 7 masing-masing kurang 1 siswa.

Amin Wahid, Kepala Dinas Pendidikan Kota Mojokerto mengatakan, sejauh ini terkait SDN yang kekurangan siswa, sudah ada 6 sekolah yang terpenuhi. ” Sekarang tinggal 9 sekolah yang belum terpenuhi,” katanya.

Pihaknya sudah memberikan arahan kepada para Kepala Sekolah untuk melakukan penyisiran di sekitar sekolah. ” Jangan sampai ada warga kota yang tidak sekolah, mangkanya peran serta Kepala Sekolah dan perangkat desa sangat di butuhkan disini,” terangnya.

Baca Juga :  Polemik PPDB Zonasi di Mojokerto Dilaporkan ke KPAI di Jakarta

Sekolah yang kekurangan siswa masih boleh menerima siswa baru sampai sebulan kedepan, dan tidak membatasi asal daerah siswa. Menurut Amin, siswa dari luar Kota Mojokerto juga diperbolehkan mendaftar, juga menerima perpindahan siswa dari sekolah swasta.

Faktor utama penyebab kurangnya sekolah SD Negeri di Kota Mojokerto khusunya di 2 sekolah yakni SDN Jagalan dan SDN Mentikan 6 disebabkan keberadaan lokasi sekolah.

” Yang SDN Mentikan 6 ini Lokasi ada di Balong Cangkring, tapi ini akan lakukan komunikasi dengan pemimpin-pemimpin disana. Sedangkan di SDN Jagalan ini lantaran tata letak sekolah tersebut. Untuk solusinya ini masih kita koordinasikan, apakah akan di merger atau gimana kita lihat nanti,” jelasnya.

Sesuai arahan Menteri Pendidikan, merger bisa dilakukan jika selama 3 tahun sekolah tidak mendapatkan siswa. ” Ini masih kita fikirkan,” tandasnya. (adm/ats)

Baca juga :