Sukseskan Pilkades Serentak, Pemkab Mojokerto Gelontor Rp 12 Miliar Lebih

Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Mojokerto akan digelar di 253 Desa. Untuk mensukseskan Pilkades pada 23 Oktober 2019 nanti, Pemkab Mojokerto menggelontor anggaran sebesar Rp 12 miliar lebih.

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, besaran anggaran yang dialokasikan untuk mensukseskan Pilkades akan disalurkan ke Panitia Pemilihan Desa (PPD), melalui kas desa masing-masing.

Ardi Sepdianto, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Mojokerto mengatakan, besaran anggaran Pilkades setiap desa berbeda-beda, tergantung jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT). “Kami alokasikan anggaran bantuan keuangan Rp 12,349 miliar untuk biaya Pilkades serentak dari APBD tahun 2019,” ungkapnya.

Saat ini penyusunan DPT Pilkades baru dimulai, sehingga PPD bisa mengajukan anggaran menggunakan DPT Pemilu 2019 ditambah 10 persen. “Anggaran Pilkades yang akan diterima panitia pemilihan paling rendah Rp 32 juta, paling banyak 55 juta per desa,” terang Ardi.

Menurutnya, anggaran itu dibatasi peruntukannya untuk 7 item dalam penyelenggaran Pilkades, mulai honor panitia, cetak surat suara, pengadaan undangan, pengadaan CAD surat undangan, pengadaan alat tulis kantor, konsumsi rapat, juga sarana pendukung lainya, sewa terop, meja, kursi dan sound system, serta kelengkapan pemungutan dan pengitungan suara. “Jumlah panitia minimal 16 orang, paling banyak 34 orang per desa,” jelasnya,

Berita Terkait :  Urus Serifikat Ditarik Rp 26,5 Juta, 10 Tahun Tak Selesai, Warga Mojokerto Demo

Ardi juga mengatakan, untuk honor panitia, pencairannya akan dilakukan dalam tiga tahap. Yakni tahapan pencalonan, pemungutan dan penghitungan suara, serta tahap penetapan Kades terpilih. Dengan nilai Rp 400 ribu lebih setiap tahapan untuk Ketua.

Dengan honor tersebut, PPD dituntut menjalankan setiap tahapan Pilkades layaknya penyelenggara Pemilu di tingkat Kabupaten/Kota.

“Tugasnya panitia mirip-mirip KPU. Pemungutan suara sudah pakai surat suara, pengadaan surat suara ya oleh panitia di masing-masing desa. Spesifikasinya sudah kami tentukan,” tandas Ardi.

Sejauh ini dari 253 desa yang menggelar Pilkades, sebanyak 170 Desa sudah mengajukan anggaran ke DPMD Kabupaten Mojokerto. (adm/ats)

Baca juga :