Arek Mojokerto Bikin ‘NMax’ Ojek Online, Saingi Gojek dan Grab

Saat ini Ojek Online (Ojol) yang sering dijumpai masyarakat yakni Gojek dan Grab. Namun ternyata saat ini ada Ojol baru di Mojokerto, yakni Max On Jek.

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, Max On Jek ternyata didirikan pada April 2019 di Bandung, Jawa Barat. Max On Jek ternyata menggunakan aplikasi ojek online pada umumnya, yakni menggunakan smartphone berbasis aplikasi.

Abdul Karim, pendiri Max On Jek mengatakan, aplikasi Max On Jek didirikan oleh komunitas Nmax Series di Indonesia. Bahkan, dapat menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat Mojokerto. “Max On Jek adalah aplikasi karya anak bangsa yang berbasis Android untuk membantu kebutuhan masyarakat Indonesia. Khususnya, masyarakat Mojokerto,” ujarnya.

Menurutnya, Max On Jek menyediakan tiga fitur di dalamnya, yakni Max On-Ride, Max On-Send, dan Max On- Food. “Max On-Ride adalah fitur untuk melayani transportasi yang aman dan murah. Kemudian, Max On-Food untuk mengantarkan pesanan makanan, dan Max On-Send menyediakan layanan antar berkas maupun dokumen dengan cepat dan aman,” katanya.

Saat ini Pangsa pasar Max On Jek hadir di 5 kota besar di Jawa Timur, seperti Surabaya, Gresik, Mojokerto, Malang dan Sidoarjo.

Selain aplikasi itu baru berdiri dan belum berumur satu tahun, Abdul Karim  mengaku sedikit kesulitan ketika bersaing dengan aplikasi-aplikasi ojek online yang sudah terkenal di kalangan masyarakat Indonesia.

Berita Terkait :  Kemenhub Umumkan Tarif Ojek Online Antar Rp 7 ribu - 10 ribu untuk 4 Km Pertama

“Sebenarnya kalau dilihat dengan aplikasi ojek online yang ada saat ini, kami agak kesulitan. Namun, Alhamdulillah kami bisa menampung masyarakat yang mengalami putus mitra dari aplikasi ojek lainnya untuk bekerja kembali menjadi driver kami,” kata Abdul Karim

Masih kata Abdul Karim, Jumlah mitra driver di Max On Jek terdiri dari 60 driver dengan komposisi 15 driver Nmax dan 45 driver semua jenis sepeda motor.

Untuk pembagian keuntungan, pihaknya memberikan keuntungan yang lebih besar bagi mitranya. “Kalau dari harga. Konsumen sampai saat ini belum ada yang mengeluh. Untuk driver, kami bagi hasil 80 dan 20 untuk aplikator,” terangnya.

Agar aplikasi Max On Jek lebih dikenal oleh masyarakat Mojokerto, pihaknya akan melakukan sosialisasi di berbagai sekolah dan juga media sosial. “Kami melakukan sosialisasi di media sosial dan berbagai sekolah di Mojokerto tentang transportasi online,” kata Abdul Karim.

Bagi masyarakat yang ingin mengetahui Max On Jek, tinggal mendownload aplikasinya di Google Play Store. Termasuk masyarakat yang tertarik menjadi mitra Max On Jek, cukup datang di kantornya yang beralamat di jalan Gatul gang VI Nomor 8, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. (sma/adm)

Baca juga :