Tim BPCB Mojokerto Ekskavasi Bangunan Mirip Candi di Kaki Gunung Wilis

Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan terus melakukan ekskavasi struktur bangunan mirip candi, yang ditemukan di kaki gunung Wilis dan diperkirakan jadi tempat pemujaan.

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, BPCB itu terdiri dari 14 orang. Termasuk juru peta, juru gambar, arkeolog, beserta anggota juru gali, setidaknya membutuhkan waktu ekskavasi sekitar 20 hari.

Endah Setiyowati, Kasi Sejarah dan Kepurbakalaan mengatakan, ekskavasi akan membutuhkan waktu beberapa hari. “Eskavasi mulai tanggal 6, nanti rencana sampai 20 hari. Tapi efektifnya mungkin 15 hari karena mereka harus menyusun laporan kembali ke kantor,” katanya.

Menurutnya, eskavasi akan dilakukan tiga tahapan, diantaranya zonasi, pemetaan, dan penggalian. Lokasi bangunan mirip candi ini berada didataran tinggi lereng kaki Gunung Wilis di area hutan KPH Kediri, dengan jarak tempuh berjalan kaki sekitar lebih dari 2 kilometer.

Indah memperkirakan, bangunan mirip candi itu peninggalan zaman Kerajaan Kadiri. Dulunya tempat ini diperkirakan menjadi tempat pemujaan. Hal ini diperkuat dengan tidak ditemukanya patung atau relief dilokasi. “Sementara masih dugaan aja, era masa Kadiri. Ya diperkirakan tempat pemujaan karena tidak ada relief, tidak ada patung yang ditemukan, sementara ini belum ada,” katanya.

Berita Terkait :  Terbesar dan Tertinggi, Patung Mahapatih Gajah Mada Dibangun di Mojokerto

Tidak menutup kemungkinan, jika di lokasi tempat pemujaan yang ditemukan itu ada keterkaitan sejarah dengan situs Goa Selomangkleng, Goa Padedean, dan Goa Selo Bali yang masuk dalam lokasi objek wisata. (sma/adm)

Baca juga :