Diekploitasi, Kampung Durian di Trawas Mojokerto Krisis Air Bersih

Krisis air bersih di wilayah Kabupaten Mojokerto kini semakin meluas. Diantarnya melanda dusun Duyung Trawas yang selama ini dikenal sebagai daerah penghasil durian khas Trawas Mojokerto.

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, selain di Dusun Duyung Desa/Kecamatan Trawas, krisis air juga melanda Dusun Jedong, Desa/Kecamatan Ngoro Mojokerto.

M Zaini, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto mengatakan, krisis air bersih di Dusun Duyung terjadi akibat eksploitasi air secara besar-besaran.

“Selama inu, Duyung tidak pernah kekeringan, ini karen sumber air di dusun itu dieksploitasi sedemikian masifnya. Kedua, karena penghematan dalam artian penyelamatan sumber mata tidak pernah dilakukan,” ungkapnya, Selasa (3/9/2019).

Zaini juga mengatakan, saat ini di Mojokerto ada tiga kecamatan yang terdampak kekeringan yaitu Ngoro, Trawas dan Dawarblandong. “Kalau di Ngoro, karena sumber mata airnya tidak ada. Tapi alhamdulillah sudah bisa diatasi dengan CSR di dua RT,” tambahnya.

Berita Terkait :  Musim Kemarau, 61 Waduk di Mojokerto Terancam Kekeringan

Sedangkan untuk mengatasi kekeringan di kawasan Dawarblandong, BPBD berharap bisa diatasi dari weslik dan PDAM. Sementara untuk mengatasi kekeringan di Trawas harus ada penghijauan.

“Kami berharap di wilayah Trawas ada penghijauan dan penyelematan vegetatif mata air dan membangun DAM untuk menyimpan air,” tambahnya.

Zaini juga mengatakan, untuk mengatasi masalah kekeringan ini, BPDB Kabupaten Mojokerto setiap hari mendistribusikan air ke tiga kecamatan yang terdampak, hingga mencapai 60 juta liter air untuk warga.(sma/udi)

Baca juga :