Mangkrak, Kolam Renang legendaris Mojokerto Jadi Sarang Nyamuk

Dewan Minta Aset itu Dirawat dan Segera Dibenahi

Setelah resmi ditutup Walikota Mojokerto pada bulan Juni lalu. Keberadaan kolam pemandian Sekar Sari terlihat mangkrak dan terbengkalai, bahkan sisa air di dalam kolam yang juga berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, sejak ditutupnya lokasi pemandian itu empat bulan lalu. Kini, kondisi kolam sangat memprihatinkan, karena tidak ada perawatan dan kondisinya kolam sudah kotor.

Bahkan, air kolam pemandian yang masih tertampung tampak sudah berubah warna menjadi hijau pekat dengan banyak ditumbuhi lumut. ’’Kalau dibiarkan bisa jadi sarang nyamuk yang menyebabkan penyakit demam berdarah,’’ ujar Wuliono, salah satu warga Suratan, Kecamatan Kranggan.

Terbengkalainya kolam renang legendaris ini juga direaksi kalangan anggota dewan yang mendesak agar pemkot segera menindaklanjuti dengan melakimukan pembenahan dan dikonsep secara matang.

Walikota Mojokerto Resmi Tutup Pemandian Legendaris Sekarsari, Ini Alasannya


Deny Novianto, Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat mengatakan, kolam pemandian Sekar Sari merupakan salah satu aset milik Pemkot Mojokerto dan wajib dirawat. ’’Itu aset pemkot yang wajib dirawat,’’ katanya.

Berita Terkait :  Mirip Candi Tikus, Patirtaan Abad ke-10 Mirip Ditemukan di Jombang

Deny juga mengatakan, pihanya mendengar rencana prnkot akan mendesak ulang aset tersebut pada tahun 2020. ’’Yang jelas wajib ditindak lanjuti berupa pembenahan dan pemberdayaannya,’’ tegasnya.

Sebelumnya, Walikota Mojokerto kepada suaramojokerto.com mengatakan, penutupan lokasi pemandian tersebut karena pihak pengelola dinilai telah melakikan wan prestasi atau tidak memenuhi kewajiban sebagaimana yang tercantum dalam perjanjian.

Menurut Ning Ita, sapaan akrab Walikota Mojokerto, wan prestasi yang dimaksud diantaranya pihak pengelola diam-diam telah mengalihkan pengelolaan ke pihak ketiga tanpa pemberitahuan.

“Pengelolanya kan sudah meninggal, namun diam-dian sekarang sudah berganti pengelola,” ungkapnya.

Selain itu, pihak pengelola juga sudah cukup lama tidak membayar restribusi hingga memiliki tunggakan sekitar Rp 170 juta. “Sudah ditagih tapi tidak mau membayar,” tambahnya.

Dengan berbagai pertinbangan tersebut, pihak Pemkot akhirnya mengambil alih dan menutup kegiatan wisata di pemandian Sekarsari berada di Jalan Mpu Nala No 2 Kota Mojokerto dan akan dibangun dengan design baru yang lebih kekinian.(sma/udi)

Baca juga :