Ambil Penumpang di Stasiun Mojokerto, Sopir Taksi Online Dipukul Tukang Becak

Insiden pemukulan sopir taksi online oleh tukang becak saat mengambil penumpang di Stasiun KA Mojokerto pada Sabtu (7/9) lalu diteruskan ke jalur hukum.

Irwan, (38), sopir taksi online yang tinggal di Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan akhirnya melaporkan kasus pemukulan yang dialaminya ke pihak kepolisian.

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, Irwan mengaku dipukul oleh tukang becak saat menjemput penumpang di depan stasiun Mojokerto, Jalan Bhayangkara, Kota Mojokerto, Sabtu (7/9) sekitar pukul 20.30 WIB.

Menurut Irwan, dia dapat order penumpang di Stasiun untuk diantarkan ke Mojosari. Namun sesampai di depan stasiun, dirinya langsung dihampiri sejumlah tukang becak. Salah seorang berinisial S (52) tiba-tiba memukulnya dua kali.

“Memang ada iuran bulanan untuk taksi online di Stasiun. Saya bergabung dan bayar iuran 4 bulan, sebulan yang lalu sudah tidak ikut. Sebenarnya waktu kejadian saya sudah mau bayar,” ungkapnya, Rabu (11/9/2019).

Sementara akibat keributan ini, calon penumpang Irwan membatalkan ordernya danpu Irwan pun melaporkan kasus pemukulan ini ke Polres Mojokerto Kota. “Saya sudah visum di rumah sakit memang ada luka merah di pipi kanan saya,” terangnya.

Baca Juga :  Dendam Pribadi, Pasutri asal Kediri Dibacok Parang Bertubi-tubi

Sementara Ahmad Kail (47), Koordinator Paguyuban tukang becak dan ojek konvensional Stasiun Mojokerto mengatakan, selama ini paguyuban memang menerapkan iuran bulanan Rp 30 ribu bagi para sopir taksi online.

Kata Kail, uang itu yang Rp 25 ribu dikelola para tukang becak dan ojek konvensional. Sedangkan Rp 5 ribu untuk kas kelompok taksi online.

Sementara mengenai insiden pemukulan tersebut , Kail mengatakan kalau anggotanya berinisial S memang memukul Irwan. Karena dia sering berulah.

Menurutnya, Irwan bukan lagi anggota paguyuban di stasiun, tapi dia masih nekat mengambil penumpang di Stasiun Mojokerto.

“Dia sudah saya keluarkan dari sini, tidak lagi bayar iuran bulanan. Tapi masih ambil penumpang tanpa izin. Itu yang membuat anggota saya emosi,” pungkasnya.(sma/udi)

Baca juga :