Berikan Salep Kedaluwarsa, Puskesmas Jetis Mojokerto Akui Teledor

Puskesmas Jetis, Kabupaten Mojokerto telah memberikan obat salep yang sudah kedaluwarsa kepada para pasiennya.

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, pemberian obat kedaluwarsa tersebut terjadi pada Rabu (11/9/2019) sekitar pukul 09.00 WIB. Sejumlah warga Dusun Sumberwuluh, Desa Lakardowo, Kecamatan Jetis mendatangi puskesmas setempat, untuk berobat penyakit gata-gatal yang terjadi pada bagian tubuhnya.

Setelah mengantre, pasien yang kebetulan didominasi anak-anak itu mendapatkan pelayanan petugas.

Suherwati (33) salah satu orang tua pasien mengatakan, setelah mendapat diagnosa dan resep oleh petugas di tempat pelayanan kesehatan. “Sejumlah obat yang diberikan ke kami malah sudah kedaluwarsa,” ungkapnya.

Dalam kemasan obat salep tersebut, batas penggunaannya sampai September 2018. Para pasien kembali untuk menanyakan ke petugas. Namun mereka malah mendapat respon tak mengenakan dari petugas apoteker. “Katanya, kalau gak yakin, akan saya tarik lagi. Terus saya jawab, makanya saya tanya bu,” terangnya.

Kemudian, para pasien membawa salep itu pulang bersama obat lainnya. Namun, pihaknya tidak berani menggunakan salep itu karena khawatir malah sakit kulit yang diderita kian parah. “Khawatirnya malah bukan sembuh yang kami dapat. Apalagi ini untuk anak-anak usia 9 bulan dan 10 tahun,” tegasnya.

Berita Terkait :  Polisi Gerebek Bisnis Daur Ulang Snack Kedaluarsa di Mojokerto

Menanggapi hal ini, dr. Dadang Hendryanto, Kepala Puskesmas Jetis menegaskan, pasca mendapat laporan adanya hal itu, pihaknya langsung menarik obat kedaluwarsa sekaligus menggantinya dengan obat baru. “Alhamdulillah kami sudah tindak lanjuti ke rumah pasien untuk diganti sesuai penyakit yang diderita. Dan, Alhamdulillah belum sempat dipakai,’’ katanya.

Dr. Dadang juga memohon maaf atas keteledoran staf yang diduga kurang teliti dalam memberikan obat kedaluwarsa kepada pasien. “Sekali lagi mohon maaf yang sebesar-besarnya. Memang ada kekurangtelitinya staf kami. Tapi, sudah langsung kami tegur dan dilakukan pembinaan,” tegasnya.

Dadang juga menegaskan, sebenarnya obat kedaluwarsa sudah ditarik dan dimusnahkan. Tapi  masih ada beberapa yang terselip di apoteker. “Kita tetap berusaha memberikan obat yang sesuai. Dan, bila ada kejadian seperti ini langsung kita tindak lanjuti demi keamanan pasien,” pungkasnya. (sma/adm)

Baca juga :