Silfi, Siswi SMP di Mojokerto Terancam Diamputasi, Kini Dirujuk ke RSU Soetomo

Silfi Qumairoh, siswi SMP di Mojokerto yang menderita kanker tulang hingga lututnya membengkak sebesar bola sepak terancam diamputasi. Kini, gadis berusia 14 tahun itu sudah dirujuk ke RSU Dr Soetomo, Surabaya untuk persiapan menjalani operasi.

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, Silfi siswa asal Dusun/Desa Kedungmaling, RT 10 RW 4, Kecamatan Sooko itu dirujuk oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto pada Minggu (22/9) sekitar pukul 09.00 WIB.

Didik Chusnul Yakin, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Mojokerto mengatakan, semua biaya pengobatan Silfi akan ditanggung oleh BPJS, karena Silfi tercatat sebagai penerima program KIS yang iuarannya dibiayai oleh pemerintah daerah.

“Kami bawa ke RSU Dr Soetomo menggunakan ambulans sistem penanganan gawat darurat terpadu milik kami. Pasien didampingi petugas Puskesmas Sooko, petugas Dinas Kesehatan dan orang tuanya,” ungkapnya.

Didik juga menjelaskan, pihaknya akan memantau terus perkambangan Silfi dan menjamin pasien tidak akan terlantar. “Kami jamin pasien tidak akan terlantar. Kami komunikasi intensif dengan pihak rumah sakit, juga perkembangannya akan dilaporkan terus,” terangnya.

Masih kata Didik, saat ini penanganan medis terhadap Silfi masih fokus pada pemeriksaan MRI dan pemulihan kondisi fisiknya menjelang persiapan operasi.

Berita Terkait :  Tak Ada Solusi Alternatif, Kaki Siswi SMP di Mojokerto Akhirnya Diamputasi

Menurutnya, anak dari pasangan Faizun Laili Agustin (32) dan Mohammad Gozali (37) itu sempat mengalami penurunan kadar Hemoglobin (HB) pada Minggu (22/9) malam. Sehingga dilakulan tranfusi darah. “Tindakan operasinya masih menunggu kondisi pasien stabil, kami pantau terus perkembangannya,” terangnya.

Sementara terkait wacana amputasi pada kaki kanan Silfi yang terkena kanker tulang dan membengkak sebesar bola sepak. Didik masih belum bisa memberikan kepastian.

“Akan kita lihat sejauh mana kankernya. Kalau mengganas hingga harus diamputasi ya mau gimana lagi. Namun saat ini masih diperiksa,” tegasnya.

Yang jelaz, jika kaki Silfi terpaksa harus diamputasi, Dinkes siap untuk memberikan bantuan kaki palsu. “Saya berhubungan baik dengan Pak Sugeng yang membuat kaki palsu, dia anggota Kabupaten Sehat. Pasti kami bisa upayakan,” pungkasnya.(sma/udi)

Baca juga :