Antar Gadis, Pemuda Mojokerto Disabet Pedang di Pacet Hingga 3 Kali

Nasib sial dialami Syahrul Hafid, pemuda asal Dusun Bendungan, Desa Tempuran, Kecamatan Pungging, Kabupaten Majokerto. Dia menjadi korban pembacokan orang tak dikenal saat mengantar gadis yang baru dikenalnya.

Informasi yang himpun suaramojokerto.com, aksi penghadangan ini bermula ketika Hafid berkenalan dengan perempuan yang mengaku bernama Vina, saat menonton hiburan expo di Mojosari.

Lalu, Vina yang mengaku tinggal di Dusun Pododrejo, Desa Sajen, Kecamatan Pacet ini meminta diantarkan pulang. Saat itulah, sekitar pukul 23.30 WIB, korban yang mengantarkan gadis ini tiba-tiba dihadang 4 orang tak dikenal dan langsung dibacok.

Peristiwa ini sebenarnya terjadi Jum’at (11/10) lalu, tepatnya di Desa
Kuripatssari, Kecamatan Pacet. Tanpa banyak bicara, para pelaku lagsung menyabetkan pedang ke arah korban.

Akibatnya, korban mengalami luka sabetan senjata tajam di wajah dan punggung. Untung saja korban bisa menyelamatkan diri. “Ada empat orang yang menghadang,” uturmya.

Hafid mengaku tidak mengenal empat orang
pelaku yang menyerangnya itu. Namun, yang dia ingat
para pelaku datang mengen-
darai sepeda moyor Yamaha
Vixion, dan sepeda motor
protolan. Sebelumnya, ia juga tidak memiliki masalah dengan para pelaku tersebut.

Berita Terkait :  Tiduri Istri Orang, Mulyono Dibacok di Mojokerto, Tangannya Nyaris Putus

Korban mengalami luka bacok serius di punggung dan wajah. “Bacoknya pakai pedang sebanyak tiga Kali,” tambahnya.

Untung saja, Korban akhirnya berhasil menyelamatkan diri, sambil menahan sakitnya korban bergegas mengendarai motor menuju arah Majosari, Sedangkan Vina ditinggalkan
di lokasi. “Saya langsung balik arah. Untung, motor saya tidak lkut dirampas,” terangnya.

Korban kemudian menuju puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis, kasus ini juga sudah dilaporkan ke Mapolres Mojokerto.

Ipda Teguh Kariyadi, Paur Baghumas Polres Mojokerto
membenarkan adanya kasus pengeroyokan disertai pembacokan tersebut. “Petugas berupaya mengungkap dan menangkap para pelaku,” tegasnya.

Teguh juga mengatakan, pihaknya saat ini sudah mengantong barang bukti berupa hasil visum korban dari rumah sakit dan pakaian korban yang terdapat bercak darah.(sma/udi)

Baca juga :