Suami – Istri Maju Pilkades di Mojokerto, Suasananya Mirip Pernikahan

Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Mojokerto diwarnai dengan munculnya calon suami-istri. Karena, sesuai dengan peraturan bupati, tidak boleh ada calon tunggal, sehingga Kades Incumbent yang tak punya lawan harus memasang calon boneka, sebagian besar adalah istrinya Sendiri.

Pemandangan itu salah satunya terlihat di Desa Jiyu, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. Pasangan calon kadea suami-istri ini menduduki kursi yang disediakan penitia dan dikonsep layaknya singgasana pengantin.

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, dua calon yang maju dalam pilkades Rabu (23/10/2019) tersebut adalah pasangan suami istri (pasutri), yaitu Moh Ali Imron dan Salimah.

Moh Ali Imron merupakan calon kepala desa nomor 01, sedangkan Salimah menjadi calon kepala desa nomor 02.
Selama Pelaksanaan coblosan, pasutri ini terlihat akrab dan mesra dengan mengenakan baju pengantin ala India.

Balai desa yang digunakan untuk Pilkades pun dihias dengan kain warna putih lengkap beserta lampu warna warni. Ditambah lagi ada meja yang dilengkapi berbagai souvenir pernikahan di depan kursi pengantin.

Berita Terkait :  Perbup "Skoring" Pilkades Serentak di Mojokerto Bisa Direvisi, Kapan ?

Menurut Salimah, dirinya sengaja memakai pakaian pengantin ala India agar terlibat berbeda dengan pilkades di desa lain. “Biar beda dan biar berkesan. Saya pesan baju ini di rias pengantin,” ujarnya.

Salimah mengaku memiliki visi misi yang serupa dengan suaminya. Yakni, mengangkat perekonomian masyarakat dan mensejahterakan masyarakat kurang mampu.

Sementara Ali Imron mengaku, niatan maju Salam Bursa Pilkades ini untuk mengabdi kepada masyarakat dan memajukan desa. “Kami mencalonkan diri dengan niatan pengabdian diri guna memajukan kehidupan Desa Jiyu agar menjadi lebih baik,” tandasnya.(sma/udi)

Baca juga :