Banyak Masalah, Desa di Jawa Tengah Ganti Nama Jadi Desa Mojokerto, Ternyata Ini Artinya

Di Jawa Tengah ada sebuah desa yang bernama desa Mojokerto. Di desa ini juga ada Dusun yang namanya juga Dusun Mojokerto. Nama yang persis dengan nama Kabupaten dan Kota Mojokerto.

Tim suaramojokerto.com, mencoba menelusuri sejarah dan keberadaan Desa Mojokerto yang berada di Kecamatan Kedawung, Kabupeten Sragen, Jawa Tengah. Jaraknya dari Kota Mojokerto sekitar 206 km atau bisa ditempuh dengan waktu perjalanan hampir 3 jam.

Tahun 2019 ini, Desa Mojokerto dipimpin oleh kepala desa yang bernama Sunarto, nama yang sama dengan nama Ketua DPRD Kota Mojokerto (Sunarto alias pak Itok).

Namun, dalam pilkades serentak yang digelar Kamis (26/9/2019) lalu, di Desa Mojokerto diikuti 4 calon, dan Kades SUNARTO dikalahkan oleh pemain baru yang bernama MULYADI.

Ini hasil Pilkades di DESA MOJOKERTO
1: SUNARTO A.md (P): 1.145
2: SUGINO : 44
3: DIDIK : 1.325
4: MULYADI : 1.641

Kades Terpilih: MULYADI

Sementara asal usul Desa Mojokerto di Kecamatan Kedawung, Sragen, Jawa Tengah ini sebenarnya berawal dari banyaknya masalah yang selalu muncul di Desa itu. Tokoh masyarakat merasa bahwa itu gara-gara “nama desa”.

Sebelum tahun 1965, Desa Mojokerto masih bernama desa Kawis (perkawis) yang artinya perkara. Dan di desa Kawis ini seakan-akan masalah tak pernah berhenti, selalu ada saja masalah. Naik konflik antar warga, antar pendukung, juga masalah kesejahteraan masyarakat.

Banyaknya masalah yang timbul di masyarakat dan pemerintahan desa selama bertahun-tahun inilah memunculkan gagasan para sesepuh Desa Kawis untuk mengganti nama desa menjadi Desa Mojokerto.

Dan setelah melalui proses panjang, yakni pengajukan permohonan penggantian nama kepada Gubernur Jawa Tengah, secara resmi Desa Kawis berubah menjadi Desa Mojokerto pada 1965.

Nama Mojokerto diambil dari kata Mojo dan Kerto. Kata “Mojo” dipakai lantaran di desa itu banyak tumbuh pohon Maja, dan ”kerto” berasal dari “kerta raharja” yang bermakna tenteram.

Meski sejak tahun 1965 sudah resmi menjadi Desa Mojokerto, namun masalah di desa tak kunjung selesai. Khususnya menyangkut masalah sengketa tanah dan Pilkades. Bahkan hingga tahun 1999 Kades terpilih didemo, kasusnya pun sampai ke tingkat Mahkamah Agung (MA) dan kepemimpinan kades terpilih, Sunarso tertunda hingga 2 tahun.

Suasana tentram mulai muncul diera Kepala Desa Sunarto hingga tahun 2019. “Kondisi desa sudah mulai adem dan tentram, semoga akan berlanjut terus,” harap Suharto.

Saat ini, Kades Mojokerto dijabat oleh MULYADI, hasil Pilkades Serentak 2019, dan Pilkades di Desa Mojokerto tidak masuk dalam daftar pilkades yang bermasalah. Semoga desa ini akan terus tentram seperti namanya, Desa Mojokerto.(tim/sma/udi)

Baca juga :