Ekskavasi Perahu Kuno di Bengawan Solo, BPCB Mojokerto Temukan Peluru

Proses Ekskavasi perahu kuno peninggalan zaman Belanda di di Bengawan Solo Desa Mertani Kecamatan Karanggeneng, Lamongan menjadi perhatian masyarakat.

Mereka ingin melihat langsung dari dekat seperti apa perahu zaman belanda yang diangkat oleh tim ekskavasi dari BPCB Trowulan Mojokerto.

Sejumlah benda kuno yang diduga peninggalan zaman Belanda ditemukan Dalam perahu tersebut. Seperti koin, peluru, dan kayu untuk landasan.

Wicaksono Dwi Nugroho, Arkeolog BPCB Jatim di Trowulan, Mojokerto mengatakan, ada tiga perahu yang terbuat dari baja ditemukan di Sungai Bengawan Solo dan berhasil diangkat Rabu (6/11).

“Temuan sementara, Dua perahu diantaranya disambung menggunakan pengait baja. Sehingga panjangnya sekitar 7,6 meter,” ungkapnya di lokasi Ekskavasi.

Kata Wicaksono, dalam perahu tersebut ditemukan koin mata uang Hindia Belanda 1902 dan 1909, yang nilainya 2,5 sen. Serta, peluru yang masih melekat di teropong, dan dikategorikan aktif. “Kita coba angkat untuk melihat ukuran pastinya sebelum diserahkan ke pemkab setempat,” tandasnya.

Berita Terkait :  Akhirnya Terlihat, 200 Meter Dinding Era Majapahit di Mojokerto Terkubur Material Gunung Kelud

Sementara Kepala UPT BPCB Trowulan, Mojokerto, Andi Muhammad Said mengatakan, pengangkatan perahu ini difasilitasi oleh pemerintah pusat. Sebab, daerah tidak ada anggaran.

Setelah diangkat, nantinya perahu yang dikategorikan jenis perahu perang ini akan diberikan ke Pemkab Lamongan untuk diletakkan di museum setempat.

“Perahu ini dikategorikan jenis perahu perang. Namun, perahu tersebut bisa digunakan penumpang dan perdagangan. Dindikasikan digunakan saat Perang Dunia I,” pungkasnya.(sma/udi)

Baca juga :