Diperkirakan 16 Hektare, Situs Kumiter di Mojokerto Bakal Diekskavasi Besar-Besaran

Tim Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Dirjen Kebudayaan Kemendikbud memperkirakan luasan situs Kumiter yang berlokasi di Dusun Bendo, Desa Kumiter, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto mencapai 16 hektare dan akan diekskavasi secara besar-besaran.

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, pada ekskavasi tahap pertama 21 sampai 30 Oktober 2019 lalu, situs Kumiter sudah nampak struktur batu bata berupa talud yang membentang sepanjang 100 meter dengan ketinggian antara 120 cm hingga 150 cm dengan ketebalan 140 cm dan terdapat 5 pilar penguat. Setiap bata penyusunnya mempunya dimensi 32 x 18 x 6 cm.

Fitra Arda, Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Dirjen Kebudayaan Kemendikbud mengatakan, luasan pada Situs Kumiter diperkirakan mencapai 16 hektare. Hal itu mengacu pada panjang talud yang telah di ekskavasi pada tahap pertama.

“Kita perkirakan tembok ini berbetuk persegi empat, namun yang kita temukan saat ini pada sisi timur talud. Sedangkan tembok sisi barat, selatan dan utara sampai saat ini belum ditemukan,” ungkapnya. Jum’at (08/11).

Fitra juga mengatakan, berdasarkan Negarakertagama dan Pararaton, besar kemungkinan di situr Kumiter ini merupakan tempat pendharmaan Raja Singosari, Mahesa Cempaka mendampingi Wisnu Wardhana.

Tembok yang sudah digali, merupakan bagian timur dari talud yang diyakini mengelilingi sebuah kompleks bangunan suci yang sudah berdiri sejak zaman Kerajaan Singosari.

Berita Terkait :  Ekskavasi Situs "Talut" Majapahit di Mojokerto, Tim Temukan Hingga 14 Lapis

Selain sebagai monumen untuk mengenang Raja Mahesa, bangunan suci tersebut sekaligus menjadi tempat pemujaan. Bangunan suci itu lantas dipugar dan difungsikan kembali pada masa Raja Majapahit Hayam Wuruk.

“Kami yakin di bagian tengah area yang dikelilingi talud ini ada sesuatu. Ini menjadi harapan bagi kami untuk menggali lagi nilai-nilai Majapahit. Tidak hanya fisik, tapi juga ada nilai-nilai di balik itu,” tambahnya.

Oleh sebab itu, lanjut Fitra, pihaknya akan menggelar ekskavasi skala besar tahun depan. Selain mengerahkan para arkeolog dari beberapa BPCB, ekskavasi juga akan melibatkan sejumlah perguruan tinggi di Jatim.

“Tahun depan kami akan menggandeng perguruan tinggi dan UPT BPCB lainnya. Selain untuk mempercepat ekskavasi, juga untuk melatih para mahasiswa dan teman-teman di UPT lainnya,” ujarnya.

Ekskavasi tahun depan, menurut Fitra, ditargetkan mampu mengupas titik-titik batas situs Kumitir. Penggalian areal tengah juga menjadi fokus utama untuk menemukan sisa-sisa bangunan suci peninggalan Singosari dan Majapahit.

“Ekskavasi selanjutnya kami anggarkan tahun depan. Berapa tahapnya tergantung pendanaan yang sekarang digodok di DPR,” pungkasnya.(sma/udi)

Baca juga :