Ditemukan 11 Tahun Lalu, Nasib Candi Watesumpak di Mojokerto Belum Jelas

Candi Watesumpak yang ditemukan Oktober 2008 hingga kini belum diekskavasi. Padahal, penampakan Candi ini sudah terlibat jelas, dan sudah dirawat oleh warga.

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, Candi Watessumpak ditemukan oleh Pairin, warga sekitar saat menggali tanah untuk membuat bata merah pada Oktober 2008. Kini, Candi itu dirawat oleh Kuswari, anak Pairin. Dia bisa disebut sebagai pembantu juru pelihara di Candi Watesumpak.

Kuswari menceritakan, dulu tanah di Candi Watesumpak ini berupa gundukan penuh pepohonan. Dan ketika ditemukan, ayahnya menggali sendiri bersama warga. Meski BPCB sudah mengetahui, namun hingga kini Belum Pernah diekskavasi.

Kondisi Candi Watesumpak di Trowulan Mojokerto ini masih terawat dengan baik, karena Kuswari (45) selama 11 tahun Terakhir selalu menjaga dan merawat situs purbakala ini. Meski tanpa digaji dari pemerintah.

Kuswari yang merupakan anak kedua dari almarhum Pairin warga Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto ini menceritakan, sebenarnya BPCB telah menemempatkan juru pelihara, tapi jarang jarang ke lokasi. “Paling seminggu tiga sampai empat kali,” ungkapnya. Selasa (12/11/2019).

Berita Terkait :  Lagi, Warga di Mojokerto Temukan Struktur Batu Bata Kuno Peninggalan Majapahit

Kuswari juga mengatakan, selama 11 tahun menjaga dan memelihara Candi Watesumpak dirinya belum sekali pun menerima gaji dari pemerintah. Karena dia tidak diangkat sebagai pegawai, baik oleh Pemkab Mojokerto maupun BPCB Jatim.

Kuswari hanya menerima honor yang diberi oleh juru pelihara Candi Watesumpak yang memberikan sebagian gajinya. Itu pun nilainya hanya Rp 150 ribu per bulan. “Tapi sejak Agustus 2018 sampai sekarang saya tidak lagi diberi uang itu. Kalau ditotal sudah menumpuk Rp 2,2 juta,” ujarnya.

Sekedar Informasi, Candi Watesumpak terletak di tengah kebun jagung milik warga atau sekitar 200 meter di sebelah selatan permukiman penduduk Dusun Watesumpak.(sma/udi)

Baca juga :