218 Ruang Kelas SD dan SMP Negeri di Mojokerto Rusak Sedang Hingga Berat

Foto : Kondisi ruang kelas SDN Talun Mojokerto yang rusak

Saat ini Dinas Pendidikan tengah berupaya mengajukan ke pemerintah untuk perbaikan bangunan sekolah. Sebab, saat ini ada ratusan ruang kelas SD dan SMP Negeri di Kabupaten Mojokerto kondisinya rusak sedang hingga berat.

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, sesuai survei ke sekolah-sekolah pada bulan Maret 2019 lalu, Dispendik menemukan setidaknya 218 ruang kelas kondisinya rusak sedang hingga berat. Dengan rincian 132 ruang kelas tersebar di 43 SDN serta 86 ruang kelas tersebar di 27 SMPN.

Harfendy Setiyapraja, Kabid Sarana dan Prasarana Sekolah Dispendik Kabupaten Mojokerto mengatakan, survei itu mengacu pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Kerusakan ruang kelas sekolah SD dan SMP Negeri tersebut rata-rata dibagian atap.

“Rata-rata kerusakan pada bagian kerangka atap karena lapuk dimakan umur dan rayap. Kerusakan ini mendesak untuk diperbaiki karena atap ruang kelas menyangkut keselamatan para siswa,” jelasnya, Rabu (20/11/2019).

Menurutnya, kerusakan tidak hanya di ruangan kelas, namun juga pada ruang perpustakaan yang tersebar di 25 SDN. Selain itu juga 13 SDN ruang gurunya rusak, serta 69 SDN yang kamar mandinya rusak.

Berita Terkait :  147 Sekolah di Mojokerto Rusak, Pemkab Siapkan Dana Rehab Rp 30 Miliar Lebih

Termasuk 5 SMPN rusak pada ruang laboratorium IPA, 2 SMPN yang ruang laboratorium komputernya rusak, 2 SMPN yang ruang perpustakaannya rusak, dan 1 SMPN yang ruang gurunya juga mengalami kerusakan.

Jika ditotal ada 239 ruangan di SDN serta 96 ruangan di SMPN yang kini kondisinya rusak sedang hingga berat. “Nilai kebutuhan anggaran kami Rp 21 miliar untuk rehab SDN dan Rp 12,6 miliar untuk SMPN,” terangnya.

Tapi kata Harfendy, perbaikan 335 ruangan SDN dan SMPN itu tidak bisa dilakukan tahun ini. Sebab, ¬†pihaknya masih mengajukan ke Pemkab Mojokerto dan Pemerintah Pusat untuk kebutuhan anggaran, yakni berupa Dana Alokasi Khusus (DAK) yang bersumber dari APBN. “Kami berharap bisa direalisasikan tahun depan,” tandasnya. (sma/adm)

Baca juga :