Pernah Kirim 4 KG Sabu, Cewek ABG Mojokerto Jaringan Internasional Diringkus Saat Akan Menikah

AKBP Suharsi, Kepala BNNK Mojokerto saat mengamankan AL (19)

Seorang cewek ABG asal Mojokerto yang diduga masuk jaringan pengedar narkotika internasional diringkus tim gabungan BNN di rumah saudaranya di kawasan Dlanggu Mojokerto.

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, cewek ABG tersebut diketahui berinisial AL (19) asal Dlanggu Mojokerto. Dia ditangkap di rumah kakaknya pada saat hujan deras, Selasa (03/12/19).

Sebelumnya, tersangka AL dinyatakan sebagai daftar pencarian orang (DPO) BNNP Jawa Tengah karena terlibat dalam pengiriman narkoba jenis sabu dari Malaysia. Keberadaan AL terendus ketika dia bakal melangsungkan pernikahan dalam bulan ini dengan seorang lelaki asal Kudu, Jombang.

AKBP Suharsi, Kepala BNNK Mojokerto ketika dikonfirmasi suaramojokerto.com membenarkan adanya penangkapan ABG tersebut. “Benar mas, sudah kita tangkap bersama tim dari BNNP Jatim dan BNNP Jateng. Karena dia DPO-nya teman-teman BNNP Jateng,” ungkapnya.

Suharsi juga mengatakan, berdasarkan keterangan dari BNNP Jateng, AL ini pernah menjadi kurir narkoba dari Malaysia ke Indonesia. “Dia ini masuk jaringan bandar internasional, dua kali mengirim sabu dari Malaysia, jumlahnya cukup besar, sekali kirim bisa 2 kilogram,” tambahnya.

Berita Terkait :  Pesta Sabu di Mojokerto, Dua Pengedar Diringkus, BB 5,7 gram dan jutaan Rupiah

Suharsi juga mengatakan, sebelum menangkap AL, tim BNNK Mojokerto sudah mengintai selama 2 minggu, karena keberadaannya selalu berpindah-pindah. “Tersangka ini cukup licin, selalu pindah-pindah dan punya 11 nomer HP. Kita intai selama dua minggu ini,” terangnya.

Kebedaraan AL ini terendus ketika bakal melangsungkan pernikahan dengan lelaki asal Kudu Jombang 11 Desember 2019 atau seminggu lagi. “Dia akan menikah 11 Desember nanti, akhirnya kita nikahkan di BNNK Mojokerto, setelah itu kita serahkan ke BNNP Jatim,” jelasnya.

Suharsi juga menambahkan bahwa peredaran narkoba di Mojokerto sudah sangat darurat. Bahkan para bandar barkoba jaringan internasional sudah masuk ke pedesaan untuk merekrut jaringannya.

“Di Mojokerto ini peredaran narkoba sudah sangat membahayakan. Jaringan bandar internasional ini sudah masuk ke kalangan pelajar hingga ibu rumah tangga dengan iming-imimg penghasilan besar. Makanya, ini semua harus waspada,” pungkasnya.(sma/udi)

Baca juga :