Resahkan Warga, Sarang Tawon “Raksasa” di Mojokerto Dievakuasi, Ini Caranya

Petugas yang terdiri dari Satpol PP dan Damkar memakai seragam khusus, untuk mengevakuasi sarang Tawon Vespa Affinis atau Tawon Endas, yang bersarang di pohon asem di lingkungan Balongcok, Kelurahan Balongsari, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, sarang tawon Vespa itu bergelantung di ranting sebuah pohon asam yang terletak di permukiman padat penduduk. Sarang tawon itu ada di ketinggian sekitar 3 meter dari permukaan tanah.

Dalam proses evakuasi, petugas menggunakan 2 tangga untuk menjangkau sarang tawon vespa. Bahkan, sejumlah anggota Satpol PP juga diterjunkan.

Abdul Rohman, warga sekitar mengatakan,  keberadaan sarang tawon Vespa yang berjarak kurang lebih 10 meter dari rumahnya sangat meresahkan warga sekitar. Terlebih saat ini ukuranya semakin besar.

“Dua bulan yang lalu, ukuran sarang ini masih sebesar bola lampu, namun saat ini sudah sebesar ini. Ya kurang lebih 20 cm” terangnya.

Dalam proses evakuasi tawon Vespa, petugas damkar Kota Mojokerto menerjunkan 2 petugas yang menggunakan baju tahan api lengkap dengan helm pengaman.

Berita Terkait :  Pol PP Ciduk 10 Pelajar Bolos di Game Online, Ini Sikap Walikota Mojokerto

Tawon itu langsung beterbangan, saat petugas PMK membungkus sarang dengan karung warna putih. Warga yang menyaksikan, langsung bersembunyi didalam rumah masing-masing, agar tidak tersengat tawon. Bahkan, seorang petugas dokumentasi dari Satpol PP Kota Mojokerto terkena sengatan ringan di bagian kepalanya.

Sementara itu, Mansur, Plt Damkar Kota Mojokerto mengatakan, sebelum melakukan evakuasi sarang Tawon Vespa Affinis atau biasa disebut warga lokal yakni Tawon Ndas, petugas melakukan pengecekan dilokasi pada hari sebelumnya.

“Kemarin kami pastikan dulu lokasinya dan ukurannya. Baru pagi ini kami evakuasi dengan cepat agar tidak membahayakan warga,” ujarnya.

Usai memastikan, petugas langsung melakukan evakuasi dengan perlengkapan baju kain tahan api berwarna merah lengkap dengan helmnya.

“Untuk bisa melakukan evakuasi, petugas harus mengunakan tangga segitiga untuk mecapai sarangnya, sembari membawa karung untuk memasukkan sarang tawon dan mengikatnya,” ungkapnya. (sma/adm)

Baca juga :